Ambon   (Antara News) - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan melakukan sosialisasi program "Mangente Ambon" tahun 2015 ke 34 provinsi di Indonesia.

         "Sosialisasi akan dilakukan di bulan Februari 2015, sebagai bentuk promosi Ambon ke daerah lain," kata Sekretaris Kota Ambon, Anthony Gustaf Latuheru, di Ambon, Selasa.

         Mengente artinya datang dan kunjungi.

         Menurut Anthony, pihaknya akan mengirimkan delegasi ke 34 provinsi untuk melakukan sosialisasi, khusunya kalender kegiatan wisata sepanjang Januari-Desember 2015 di Kota Ambon.

         "Kita akan mengutus Kepala SKPD dan jadwal keberangkatan telah disiapkan termasuk  materi promosi yang akan dipaparkan di setiap daerah, dengan harapan ada keinginan dari orang Maluku yang tinggal diluar daerah untuk datang ke Ambon," katanya.

         Anthony mengatakan, selain mengirim utusan, sosialisasi juga dilakukan melalui media sosial dan media cetak, online dan elektronik.

         Kota Ambon, katanya, juga dipromosikan sebagai daerah yang aman untuk dikunjungi.

         "Selama ini masih ada image dari orang di luar Maluku bahwa daerah ini belum aman untuk dikunjungi. Kami ingin orang di luar tahu Ambon memang benar merupakan kota yang bersahabat, aman dan pantas untuk dikunjunggi," katanya.

         Program "Mangente Ambon" lanjutnya akan mulai bulan Mei- September dengan serangkaian kegiatan besar yang diawali dengan pertemuan para Wali Kota seluruh Indonesia.

         "Kegiatan tersebut dipastikan akan dihadiri oleh 90 Wali Kota dan bupati di Indonesia," kata Anthony.

          Kegiatan lainnya di pertengahan tahun, yakni Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat Nasional, pertunjukan musik dan budaya.

         Kegiatan puncak yakni Indonesia City Expo, pagelaran seni budaya nusantara dan karnaval budaya Indonesia expo yang akan dipusatkan di Lapagan Merdeka sekaligus dengan perayaan 20 tahun berkarir musisi Glenn Ferdly.

          "Sebagaimana konser musik yang dilakukan Glenn Fredly, maka di tahun 2015 akan dilakukan konser 20 tahun berkarir di dunia musik Indonesia," ujarnya
    Anthony menambahkan, program tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pemulihan kondisi Ambon untuk kembali mendapat kepercayaan secara Nasional dan internasional.

         "Visit Ambon bukan hanya untuk orang Ambon di Indonesia, tetapi juga masyarakat di luar negeri seperti Belanda, Australia dan negara lainnya," katanya.

Pewarta : Penina Mayaut
Editor :
Copyright © ANTARA 2024