Kolaka (Antara News) - Pelaksana Bupati Kolaka, Amir Sahaka mengatakan, hasil evaluasi melalui pelaksanaan rapat koordinasi teknis (Rakornis) pembangunan di Kecamatan Toari dan Kecamatan Samaturu masih ada beberapa program SKPD yang belum sinergis.


"Ini masih memerlukan pembenahan, khususnya kebutuhan masyarakat yang sifatnya prioritas," katanya saat memimpin rapat evaluasi rapat kerja pembangunan di ruang rapat Bupati Kolaka, Rabu.


Menurut Sahaka, berdasarkan pelaksanaan rakornis pembangunan di dua kecamatan beberapa waktu lalu sangat direspon positif masyarakat setempat karena selama ini masyarakat belum pernah menghadiri rapat kordinasi di kantor Bupati Kolaka.


"Dengan berubahnya paradigma tempat pelaksanaan Rakornis, selain masayarakat dapat langsung mendengarkan program dari SKPD, juga dapat mengenal lanagsung pejabat sehingga setiap saat apabila ada urusan yang berkaitan program SKPD, sudah mudah dikenalinya," ujarnya.


Sementara itu, Sekda Kabupaten Kolaka, Poitu Murtopo yang mendampingi Amir Sahaka dalam rapat tersebut, mengharapkan PNS harus memahami tugas dan fungsinya, sehingga tidak terkesan ada PNS yang tidak melaksanakan aktivitas di kantor dengan dalih tidak ada kerjaan.


"Setiap pejabat harus memahami dan menguasi tugas dan fungsinya serta memberdayakan staf yang ada," kata Poitu.


Poitu juga mengigatkan terutama kepada pimpinan SKPD yang baru dilantik diharapkan dapat memamahi dan menguasai tupoksinya, sehingga program  pemerintahan dan pembinaan kemasyarakatan dapat terlaksana dengan baik.


"Khusus PNS yang melaksanakan dinas luar harus memaparkan secara terbuka kepada staf lain sehingga mereka juga dapat memahami kegiatan yang sudah diiktunya," ujar mantan Kepala Biro Umum Pemprov Sultra ini.


Terkait dengan pelaksanaan program Bedah Kecamatan, ia menegaskan, tetap dilaksanakan, hanya saja upacara seremoni pembukaan dan beberapa kegiatan lain  ditiadakan.


"Sementara penyerahan bantuan dari SKPD dan pihak swasta kepada masyarakat  tetap dilaksanakan," ujar Poitu.