Logo Header Antaranews Sultra

FMIPA UHO pelajari proses industri nikel di PT ANTAM Kolaka

Kamis, 21 Mei 2026 12:17 WIB
Image Print
FMIPA UHO Kendari saat melakukan kunjungan industri di PT ANTAM Tbk UBP Nikel Kolaka, Sulawesi Tenggara.. (ANTARA/HO-ANTAM Kolaka)

Kolaka (ANTARA) - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari mempelajari penerapan konsep green chemistry (kimia hijau) dalam proses industri hilirisasi nikel di PT ANTAM (Persero) Tbk Unit Bisnis Pengolahan (UBP) Nikel Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Edukasi lapangan bertajuk Chemistry Road to Industry: Sinergi Ilmu Kimia dan Dunia Industri dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan melalui Penerapan Green Chemistry di Era Industri Modern tersebut diikuti sebanyak 37 mahasiswa sebagai bentuk implementasi metode experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman nyata dalam memahami penerapan ilmu kimia di dunia industri.

Kegiatan kunjungan industri ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman mahasiswa mengenai penerapan ilmu kimia dalam proses industri, khususnya pada pengontrolan kualitas bijih nikel dan feronikel, sekaligus memperkenalkan penerapan konsep green chemistry dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di era industri modern. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan kerja sama antara dunia akademik dan dunia industri.

General Manager PT ANTAM Tbk UBP Nikel Kolaka, Andik Yudiarto, di Kolaka, Selasa, mengatakan bahwa pentingnya sinergi antara dunia industri dan perguruan tinggi untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan siap menghadapi tantangan industri modern.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan kunjungan industri dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo ini. Kami berharap mahasiswa dapat memperoleh gambaran nyata mengenai proses industri, khususnya dalam pengontrolan kualitas bijih nikel dan feronikel, sehingga ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan dapat diimplementasikan secara langsung di dunia kerja,” katanya.

Sementara itu, dosen pendamping FMIPA UHO, Ahmad Zaeni, menjelaskan bahwa program ini merupakan kunjungan perdana mahasiswa ke Bureau Quality Assurance & Quality Control (QAQC) PT ANTAM UBPN Kolaka. Langkah ini menjadi bagian dari metode experiential learning (pembelajaran berbasis pengalaman) agar teori di kampus selaras dengan kebutuhan industri.

FMIPA UHO Kendari saat melakukan kunjungan industri di PT ANTAM Tbk UBP Nikel Kolaka, Sulawesi Tenggara.. (ANTARA/HO-ANTAM Kolaka)

"Pengalaman lapangan sangat penting untuk memperluas wawasan mahasiswa agar mampu menghubungkan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan implementasi nyata di dunia industri," kata Ahmad Zaeni.

Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung proses pengontrolan kualitas bijih nikel dan feronikel yang diterapkan perusahaan dimulai dari preparasi bijih nikel, hingga ke proses pengujian, sebagai bagian dari upaya menjaga mutu produk serta mendukung keberlanjutan industri modern.

Mahasiswa juga mengikuti sesi pemaparan materi dan diskusi, peserta bersama pihak perusahaan mengenai proses pengendalian kualitas, tantangan industri pertambangan, serta peluang penerapan green chemistry dalam mendukung efisiensi dan keberlanjutan industri.

Salah satu mahasiswa FMIPA UHO Kendari mengungkapkan kesan positif selama mengikuti kunjungan industri tersebut.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi kami karena dapat melihat secara langsung proses pengontrolan kualitas di industri pengolahan nikel. Kami jadi lebih memahami bagaimana ilmu kimia diterapkan dalam dunia industri secara nyata,” tuturnya.

Melalui kegiatan Chemistry Road to Industry, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi ilmuwan muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan industri serta kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri, sekaligus mendorong lahirnya inovasi berbasis ilmu kimia yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.



Pewarta :
Editor: Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026