• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Logo Header Antaranews sultra
Sabtu, 10 Januari 2026
Logo Small Mobile Antaranews sultra
Logo Small Fixed Antaranews sultra
  • Home
  • Seputar Sultra
      • Kota Kendari
      • Kota Baubau
      • Kab. Bombana
      • Kab. Buton
      • Kab. Buton Selatan
      • Kab. Buton Tengah
      • Kab. Buton Utara
      • Kab. Kolaka
      • Kab. Kolaka Timur
      • Kab. Kolaka Utara
      • Kab. Konawe
      • Kab. Konawe Kepulauan
      • Kab. Konawe Selatan
      • Kab. Konawe Utara
      • Kab. Muna
      • Kab. Muna Barat
      • Kab. Wakatobi
  • Hukum & Politik
    • Inilah alasan KPK tetapkan mantan Menteri Agama Yaqut dan Gus Alex jadi tersangka kasus kuota haji

      Inilah alasan KPK tetapkan mantan Menteri Agama Yaqut dan Gus Alex jadi tersangka kasus kuota haji

      15 jam lalu

      KPK umumkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil jadi tersangka kasus kuota haji

      KPK umumkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil jadi tersangka kasus kuota haji

      15 jam lalu

      Rakernas PDIP 2026 bahas sikap politik hingga isu geopolitik dan krisis ekologis

      Rakernas PDIP 2026 bahas sikap politik hingga isu geopolitik dan krisis ekologis

      23 jam lalu

      Polda amankan 4 anggota Brimob terkait kasus penembakan warga di Bombana

      Polda amankan 4 anggota Brimob terkait kasus penembakan warga di Bombana

      08 January 2026 22:00 Wib

      DPR: Kedudukan Polri harus tetap di bawah Presiden

      DPR: Kedudukan Polri harus tetap di bawah Presiden

      08 January 2026 13:20 Wib

  • Ekonomi
    • Airlangga tegaskan defisit APBN 2025 di bawah 3 persen masih aman

      Airlangga tegaskan defisit APBN 2025 di bawah 3 persen masih aman

      20 jam lalu

      Hingga 2025, Bank Mandiri kucurkan KUR Rp40,99 triliun untuk UMKM

      Hingga 2025, Bank Mandiri kucurkan KUR Rp40,99 triliun untuk UMKM

      22 jam lalu

      Jumat ini harga emas Antam naik, jadi Rp2,577 juta per gram

      Jumat ini harga emas Antam naik, jadi Rp2,577 juta per gram

      09 January 2026 10:36 Wib

      IHSG pada Jumat pagi dibuka menguat 43,68 poin

      IHSG pada Jumat pagi dibuka menguat 43,68 poin

      09 January 2026 9:49 Wib

      Harga emas di Pegadaian hari ini kompak turun Rp11.000/gr

      Harga emas di Pegadaian hari ini kompak turun Rp11.000/gr

      09 January 2026 9:10 Wib

  • Olahraga
    • PSG juara Piala Super Prancis setelah kalahkan Marseille lewat adu penalti

      PSG juara Piala Super Prancis setelah kalahkan Marseille lewat adu penalti

      09 January 2026 8:09 Wib

      Gol Rafael Leao selamatkan AC Milan dari kekalahan saat lawan Genoa

      Gol Rafael Leao selamatkan AC Milan dari kekalahan saat lawan Genoa

      09 January 2026 8:07 Wib

      Arsenal bermain imbang 0-0 ketika jamu Liverpool

      Arsenal bermain imbang 0-0 ketika jamu Liverpool

      09 January 2026 8:05 Wib

      Emil Audero bermain penuh saat Cremonese ditahan imbang Cagliari 2-2

      Emil Audero bermain penuh saat Cremonese ditahan imbang Cagliari 2-2

      09 January 2026 6:32 Wib

      Real Madrid melaju ke final Piala Super Spanyol usai kalahkan Atletico madrid 1-2

      Real Madrid melaju ke final Piala Super Spanyol usai kalahkan Atletico madrid 1-2

      09 January 2026 6:29 Wib

  • Budaya & Pariwisata
    • Sultra dorong 6.000 kilometer persegi area hutan dan pegunungan jadi taman nasional

      Sultra dorong 6.000 kilometer persegi area hutan dan pegunungan jadi taman nasional

      06 January 2026 6:26 Wib

      Mengenal lebih dekat budaya dan wisata Sulawesi di Festival Fotografi Celebes

      Mengenal lebih dekat budaya dan wisata Sulawesi di Festival Fotografi Celebes

      18 December 2025 18:54 Wib

      ANTARA gaet komunitas gelar workshop fotografi untuk warga di Toraja Utara

      ANTARA gaet komunitas gelar workshop fotografi untuk warga di Toraja Utara

      18 December 2025 13:46 Wib

      Jangan robohkan Tongkonan kami, kepedihan masyarakat Toraja

      Jangan robohkan Tongkonan kami, kepedihan masyarakat Toraja

      17 December 2025 17:01 Wib

      LKBN ANTARA rayakan HUT ke-88 lewat Festival Fotografi Celebes di Toraja Utara

      LKBN ANTARA rayakan HUT ke-88 lewat Festival Fotografi Celebes di Toraja Utara

      14 December 2025 8:51 Wib

  • Humaniora
    • Imigrasi Kendari salurkan bantuan kepada panti asuhan peringati Hari Bhakti ke-76

      Imigrasi Kendari salurkan bantuan kepada panti asuhan peringati Hari Bhakti ke-76

      15 jam lalu

      Petani binaan PT Vale di Kolaka panen jagung pakan dukung ketahanan pangan

      Petani binaan PT Vale di Kolaka panen jagung pakan dukung ketahanan pangan

      09 January 2026 10:52 Wib

      KSOP catat penumpang masuk Kendari naik 23 persen periode Nataru

      KSOP catat penumpang masuk Kendari naik 23 persen periode Nataru

      08 January 2026 21:58 Wib

      Dukung ketahan pangan, PT Vale bersama kelompok tani panen jagung di Tondowolio Kolaka

      Dukung ketahan pangan, PT Vale bersama kelompok tani panen jagung di Tondowolio Kolaka

      08 January 2026 14:59 Wib

      Bank Mandiri dan Kemenhan bangun lima jembatan bailey di wilayah bencana Sumatera

      Bank Mandiri dan Kemenhan bangun lima jembatan bailey di wilayah bencana Sumatera

      07 January 2026 14:03 Wib

  • Opini
    • Mewujudkan wisata aman bencana di Pantai Nambo, komitmen nyata untuk keselamatan publik

      Mewujudkan wisata aman bencana di Pantai Nambo, komitmen nyata untuk keselamatan publik

      27 October 2025 11:10 Wib

      Wagub beri motivasi dua pemuda Sultra yang wakili Indonesia turnamen mancing di Turki

      Wagub beri motivasi dua pemuda Sultra yang wakili Indonesia turnamen mancing di Turki

      18 October 2025 18:39 Wib

      Langkah nyata Indonesia untuk Gaza: Prabowo hadiri KTT Internasional di Kairo

      Langkah nyata Indonesia untuk Gaza: Prabowo hadiri KTT Internasional di Kairo

      13 October 2025 10:04 Wib

      MitigasiUrban Heat Island: Menyelamatkan  kota-kota di Sultra lewat tata ruang dan ruang hijau

      MitigasiUrban Heat Island: Menyelamatkan kota-kota di Sultra lewat tata ruang dan ruang hijau

      06 October 2025 13:12 Wib

      Dari laut untuk bangsa: Membuka harta karun maritim Indonesia

      Dari laut untuk bangsa: Membuka harta karun maritim Indonesia

      01 October 2025 13:05 Wib

  • Video
    • KSOP catat ada lonjakan penumpang masuk ke Kendari sebesar 23 persen

      KSOP catat ada lonjakan penumpang masuk ke Kendari sebesar 23 persen

      Polda Sultra catat gangguan Kamtibmas turun 1.351 kasus di tahun 2025

      Polda Sultra catat gangguan Kamtibmas turun 1.351 kasus di tahun 2025

      Polresta Kendari tangkap enam tersangka sindikat pemalsuan STNK

      Polresta Kendari tangkap enam tersangka sindikat pemalsuan STNK

      Ungkap 14 kasus narkotika, BNNP Sultra sita 4 kg sabu dan 3 kg ganja

      Ungkap 14 kasus narkotika, BNNP Sultra sita 4 kg sabu dan 3 kg ganja

      Tuntas terapkan Pemda Digital, Sultra peringkat pertama nasional P2DD

      Tuntas terapkan Pemda Digital, Sultra peringkat pertama nasional P2DD

  • Foto
    • Pemerataan Infrastruktur guna dukung ekosistem kendaraan listrik di Sultra

      Pemerataan Infrastruktur guna dukung ekosistem kendaraan listrik di Sultra

      Penerapan PLTS dukung pembelajaran digitalisasi sekolah di wilayah 3T Sultra

      Penerapan PLTS dukung pembelajaran digitalisasi sekolah di wilayah 3T Sultra

      Tes urine ASN cegah penyalahgunaan narkoba

      Tes urine ASN cegah penyalahgunaan narkoba

      Program Light Up The Dream di Sultra

      Program Light Up The Dream di Sultra

      Pembukaan STQH nasional di Kendari

      Pembukaan STQH nasional di Kendari

  • Internasional
    • Indonesia bersama 21 negara Arab-Islam kecam pengakuan Israel atas Somaliland

      Indonesia bersama 21 negara Arab-Islam kecam pengakuan Israel atas Somaliland

      Jumat, 9 Januari 2026 13:26

      Sebanyak 12.000 anak-anak Palestina masih jadi pengungsi paksa

      Sebanyak 12.000 anak-anak Palestina masih jadi pengungsi paksa

      Senin, 5 Januari 2026 11:15

      Penahanan Jurnalis Palestina berlanjut, PJS laporkan 42 kasus sepanjang 2025

      Penahanan Jurnalis Palestina berlanjut, PJS laporkan 42 kasus sepanjang 2025

      Jumat, 2 Januari 2026 14:30

      Yaman peringatkan STC: Mundur dari Hadramaut atau hadapi perang

      Yaman peringatkan STC: Mundur dari Hadramaut atau hadapi perang

      Jumat, 2 Januari 2026 9:19

      Cuaca ekstrem hantam Gaza, UNRWA catat 235.000 warga terdampak

      Cuaca ekstrem hantam Gaza, UNRWA catat 235.000 warga terdampak

      Selasa, 30 Desember 2025 12:14

  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • BMKG: Hujan ringan hingga lebat guyur mayoritas wilayah RI

      BMKG: Hujan ringan hingga lebat guyur mayoritas wilayah RI

      Rabu, 7 Januari 2026 8:13

      BMKG: Sebagian besar wilayah Indonesia hujan ringan hari ini

      BMKG: Sebagian besar wilayah Indonesia hujan ringan hari ini

      Selasa, 6 Januari 2026 7:50

      BMKG prakirakan hujan turun di sejumlah wilayah Indonesia

      BMKG prakirakan hujan turun di sejumlah wilayah Indonesia

      Senin, 5 Januari 2026 8:37

      Tim SAR kembali temukan satu korban WNA Spanyol korban kapal tenggelam di Labuan Bajo

      Tim SAR kembali temukan satu korban WNA Spanyol korban kapal tenggelam di Labuan Bajo

      Minggu, 4 Januari 2026 13:11

      Mayoritas kota-kota besar berpotensi diguyur hujan ringan-sedang

      Mayoritas kota-kota besar berpotensi diguyur hujan ringan-sedang

      Rabu, 31 Desember 2025 9:02

Logo Header Antaranews Sultra

Menelisik historis kerusuhan suporter sepak bola

id Sepakbola, kerusuhan sepakbola, suporter, liga Indonesia,kanjuruhan, arema vs persebaya, aeemania Oleh Hasan Sadeli *) Minggu, 2 Oktober 2022 14:24 WIB

Image Print
Menelisik historis kerusuhan suporter sepak bola

Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1-10-2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/pras.

Jakarta (ANTARA) - Kabar duka kembali menyelimuti sepak bola Indonesia. Laga derbi Jawa Timur yang mempertemukan Arema FC vs Persebaya berakhir dengan tragedi memilukan.

Sampai tulisan ini dibuat, tercatat sebanyak 130 orang yang terdiri atas 128 suporter Arema dan dua personel dari kepolisian meninggal dunia. Sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang ini juga turut menyita perhatian berbagai media internasional. The Guardian, misalnya, mewartakan peristiwa ini dengan judul "More than 120 people reportedly killed in riot at Indonesian football match".

Sementara Daily Star menyoroti peristiwa ini dengan menuliskan laga derbi dengan judul "Over 100 football fans and two police officer have died after a riot reportedly broke out following a derby match between Arema FC and Persebaya Surabaya in Indonesia".

Sorotan media internasional terhadap tragedi Kanjuruhan jelas sangat beralasan. Karena tragedi ini tercatat menempati peringkat kedua di dunia dalam hal jumlah korban yang meninggal akibat kerusuhan yang berlangsung di stadion.

Sebelumnya kita sering mendengar berbagai tragedi kerusuhan di stadion yang menyebabkan banyak korban jiwa. Salah satu yang populer ialah tragedi Heysel yang menewaskan 39 orang dalam laga Final Liga Champions antara Liverpool dan Juventus pada tahun 1985.

Akibat peristiwa tersebut menyebabkan banyak klub Inggris yang dilarang tampil di seluruh kompetisi Eropa selama lima musim.

Tragedi Heysel begitu disoroti dunia mengingat dari aspek level kompetisi dan statusnya sebagai laga final yang dianggap sakral. Padahal dari aspek jumlah korban sebenarnya tragedi Heysel bahkan tidak menempati peringkat 10 besar dunia.

Jumlah korbannya tidak setara dengan jumlah korban yang meninggal akibat kerusuhan yang pernah terjadi di stadion lain, misalnya, di Peru, Ghana, Nepal, dan Argentina yang di antaranya mencapai ratusan jiwa.

Adapun peringkat tertinggi dipegang oleh tragedi di Estadio Nacional di Peru ketika pertandingan Peru vs Argentina pada 24 Mei tahun 1964 yang menewaskan 328 orang.

Banyaknya korban meninggal menempatkan insiden di Kanjuruhan masuk urutan kedua dalam 10 besar tragedi kerusuhan di stadion yang menelan korban jiwa terbesar. Adapun rincian sebagai berikut:

1. Estadio Nacional Disaster, Lima, Peru, 328 orang tewas (24 Mei 1964)
2. Tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Indonesia, 130 orang tewas (1 Oktober 2022)
3. Accra Sports Stadium Disaster, Accra, Ghana, 126 orang tewas (9 Mei 2001)
4. Hillsborough Disaster, Sheffield, Inggris, 96 orang tewas (15 April 1989)
5. Kathmandu Hailstorm Disaster, Kathmandu, Nepal, 93 orang tewas (12 Maret 1988)
6. Mateo Flores National Disaster, Guatemala City, Guatemala, 80 orang tewas (16 Oktober 1996)
7. Port Said Staduim Riot, Port Said, Mesir, 70 orang tewas (1 Februari 2012)
8. Puerta 12 Estadion Monumental, Buenos Aires, Argentina, 71 orang tewas (23 Juni 1968).
9. Second Ibrox Stadium Disaster; Galsgow Skotlandia, 66 orang tewas (1971)
10. Luzhiniki disaster; Lenin Stadium Moscow Rusia, 66 orang tewas (20 Oktober 1982).

Secara keseluruhan data mengenai jumlah korban jiwa terbesar dalam kerusuhan di stadion di seluruh dunia tercatat sebanyak 20 kejadian lebih.

Mayoritas dari kejadian itu berlangsung ketika stadion diisi oleh dua kubu suporter dari tim yang tengah berlaga. Sementara dalam kasus di Kanjuruhan, hanya terdapat suporter dari tim tuan rumah.

Kekecewaan terhadap hasil akhir diyakini menjadi salah satu sebab terbesar yang mendorong terjadinya kericuhan di dalam stadion.

Terlebih terdapat fakta yang dianggap menyakitkan oleh Aremania mengingat selama 23 tahun lamanya Arema tidak pernah kalah di kandang ketika menghadapi Persebaya. Rekor apik tersebut kemudian sirna tatkala Persebaya berhasil menaklukkan Arema.

Selain kekecewaan, kericuhan ini juga tampaknya disebabkan oleh berbagai akumulasi ketidakdisiplinan suporter di Indonesia secara umum.

Mereka tidak melihat rambu-rambu sportivitas sebagai batas yang nyata yang seharusnya dipegang teguh. Aroma rivalitas membuat banyak suporter klub-klub di Indonesia kerap gelap mata.


Rivalitas di luar batas

Rivalitas dalam sepak bola adalah hal biasa. Bahkan banyak klub besar di Eropa sebagai parameter sepak bola dunia juga memiliki tradisi rivalitas yang besar dan mengakar.

Contoh itu bisa kita lihat dari rivalitas antara Real Madrid dan Barcelona. Atau antara tim sekota Milan yakni Inter Milan dan AC Milan.

Akan tetapi rivalitas tersebut tidak sedalam dan sebrutal rivalitas klub-klub yang berlaga di liga Indonesia.

Kita dapat menyaksikan ketegangan yang terjadi akibat rivalitas antarklub di liga Indonesia selanjutnya berujung pada larangan suporter tim tamu untuk datang ke stadion.

Misalnya, ketika Persija menjamu Persib di Jakarta, maka praktis tidak akan ada suporter dari Persib yang di izinkan untuk datang ke stadion. Demikian pula sebaliknya.

Pemandangan ini tentu tidak akan ditemukan di liga-liga Eropa. Pendukung AC Milan tetap bisa datang dalam pertandingan tandang (away) ketika berjumpa dengan Inter Milan. Pendukung Schalke 04 tetap bisa bersorak dalam Revierderby di Stadion Signal Iduna Park di Dortmund.

Artinya, rivalitas itu hanya terjadi di atas lapangan dan di dalam stadion.

Di luar itu rivalitas memang masih ada tetapi persaingan tersebut masih dalam batas yang wajar sehingga tidak sampai menimbulkan tindakan brutal. Hal itu terlihat sekurang-kurangnya selama 2 dekade terakhir ini.

Sementara di Indonesia, rivalitas meluas keluar stadion. Bahkan nampaknya rivalitas di luar stadion menjadi terlalu dominan sehingga dalam banyak situasi mengarah pada tindakan di luar batas yang wajar. Terhitung sejak tahun 1990-an, kasus kekerasan dalam sepak bola Indonesia yang berujung luka berat dan menelan korban jiwa tercatat sebanyak 48 kejadian.

Jumlah tersebut tentu menjadi jumlah yang terbilang tinggi di kawasan Asia Tenggara bahkan Asia.


Sanksi dan penyadaran kolektif

Kenyataan pahit terkait tragedi di Kanjuruhan yang menewaskan lebih dari seratus orang ini merupakan catatan hitam sepak bola di Tanah Air ketika upaya untuk berbenah dan meningkatkan prestasi gencar dilakukan oleh PSSI.

Hal ini juga penting untuk dilihat sebagai peringatan tentang perlunya membenahi sepak bola Indonesia dari banyak sisi termasuk yang menjangkau urusan suporter.

Sebanyak 48 kejadian kekerasan selama kurun waktu 3 dekade yang menimpa sepak bola nasional adalah terlalu banyak untuk didiamkan dengan sanksi yang terbatas.

PSSI harus berani untuk mengambil tindakan tegas dan nyata yang dapat menimbulkan efek jera. Tindakan tersebut, antara lain, dengan menghentikan sama sekali kompetisi selama bertahun-tahun.

Atau melarang seluruh suporter untuk datang ke stadion bermusim-musim lamanya. Sebab denda terhadap klub atau sanksi administratif saja tidaklah cukup bila dibandingkan dengan kegetiran akibat melayangnya banyak nyawa.

Kita ingin menyaksikan liga Indonesia dihiasi pemandangan yang penuh dengan keakraban dan menjunjung sportivitas satu sama lain.

Kita tidak ingin lagi mendengar peristiwa memilukan di dunia sepak bola nasional yang selama ini lebih terlihat seperti medan perang yang menagih korban jiwa ketimbang sebagai olahraga yang menyenangkan dan mempersatukan.

Di lain hal, kita juga harus menyadari bahwa upaya untuk mengakhiri rentetan catatan buruk tindakan suporter di Tanah Air adalah tugas mahapenting yang harus ditanggung tidak hanya oleh PSSI, tetapi juga semua pihak.

Pemerintah, tokoh masyarakat, maupun peran vital keluarga sebagai unit terkecil, diharapkan mampu memberikan edukasi.

Oleh karena sepak bola hanyalah olah raga biasa yang tidak akan pernah sebanding dengan nyawa manusia, maka penyadaran kolektif perlu dilakukan berbagai pihak agar tragedi pilu tidak lagi terulang, apa pun alasannya.

*) Hasan Sadeli adalah Lulusan Magister Ilmu Sejarah Universitas Indonesia (UI) dan pecinta sepakbola Indonesia


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menelisik jejak historis kerusuhan suporter sepak bola



COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
  • facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • pinterest
Cetak

Berita Terkait

Timnas gagal lolos, Istana siap evaluasi perjalanan Garuda di kualifikasi Piala Dunia 2026

Timnas gagal lolos, Istana siap evaluasi perjalanan Garuda di kualifikasi Piala Dunia 2026

Senin, 13 Oktober 2025 8:09

Lautaro minta Inter tak pikirkan Barcelona dan fokus ke kompetisi Italia

Lautaro minta Inter tak pikirkan Barcelona dan fokus ke kompetisi Italia

Kamis, 17 April 2025 13:43

Barcelona menang telak 4-0 atas Dortmund

Barcelona menang telak 4-0 atas Dortmund

Kamis, 10 April 2025 9:01

Presiden dukung pembentukan klub-klub sepakbola amatir di daerah

Presiden dukung pembentukan klub-klub sepakbola amatir di daerah

Selasa, 18 Maret 2025 15:00

Liga 2 Indonesia: Persiraja tundukan PSIM  2-1

Liga 2 Indonesia: Persiraja tundukan PSIM 2-1

Jumat, 7 Februari 2025 23:20

Tekuk Roma 2-0, Atalanta tempel ketat Napoli

Tekuk Roma 2-0, Atalanta tempel ketat Napoli

Selasa, 3 Desember 2024 7:45

Ancelotti yakin  Madrid tetap akan lolos ke babak 16 besar

Ancelotti yakin Madrid tetap akan lolos ke babak 16 besar

Kamis, 28 November 2024 9:10

Liverpool sukses tekuk Real Madrid 2-0

Liverpool sukses tekuk Real Madrid 2-0

Kamis, 28 November 2024 7:52

  • Terpopuler
KPK umumkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil jadi tersangka kasus kuota haji

KPK umumkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil jadi tersangka kasus kuota haji

15 jam lalu

Inilah alasan KPK tetapkan mantan Menteri Agama Yaqut dan Gus Alex jadi tersangka kasus kuota haji

Inilah alasan KPK tetapkan mantan Menteri Agama Yaqut dan Gus Alex jadi tersangka kasus kuota haji

15 jam lalu

Imigrasi Kendari salurkan bantuan kepada panti asuhan peringati Hari Bhakti ke-76

Imigrasi Kendari salurkan bantuan kepada panti asuhan peringati Hari Bhakti ke-76

15 jam lalu

Hingga 2025, Bank Mandiri kucurkan KUR Rp40,99 triliun untuk UMKM

Hingga 2025, Bank Mandiri kucurkan KUR Rp40,99 triliun untuk UMKM

22 jam lalu

Tim SAR cari pemancing yang tenggelam di Perairan Bungkutoko

Tim SAR cari pemancing yang tenggelam di Perairan Bungkutoko

21 jam lalu

  • Top News
KPK umumkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil jadi tersangka kasus kuota haji

KPK umumkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil jadi tersangka kasus kuota haji

Polda amankan 4 anggota Brimob terkait kasus penembakan warga di Bombana

Polda amankan 4 anggota Brimob terkait kasus penembakan warga di Bombana

Pemprov Sultra tuntaskan pembangunan 489 Koperasi Merah Putih

Pemprov Sultra tuntaskan pembangunan 489 Koperasi Merah Putih

Sultra dorong 6.000 kilometer persegi area hutan dan pegunungan jadi taman nasional

Sultra dorong 6.000 kilometer persegi area hutan dan pegunungan jadi taman nasional

Polda Sultra tahan 2 tersangka korupsi proyek pasar rakyat Ambuau di Buton

Polda Sultra tahan 2 tersangka korupsi proyek pasar rakyat Ambuau di Buton

ANTARA News Sulawesi Tenggara
Logo Footer Antaranews sultra
sultra.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Home
  • Terkini
  • Top News
  • Terpopuler
  • Nusantara
  • Nasional
  • Seputar Sultra
  • Hukum & Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hiburan & Lifestyle
  • Sosial & Budaya
  • Internasional
  • Opini
  • Foto
  • Video
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA
  • Home
  • Nasional
  • Seputar Sultra
  • KTI
  • Internasional
  • Hukum
  • Artikel
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Umum
  • Foto
  • Video