
Legislator: DPT Jujur Modal Penting Bangun Bangsa

Jakarta (Antara News) - Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengatakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang jujur merupakan modal penting dalam membangun bangsa, sehingga permasalahan DPT agar dapat diatasi dengan segera dan tuntas.
"Masalah DPT itu tidak bisa dianggap sepele, karena DPT yang jujur adalah modal dasar membangun masa depan bangsa," kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Jumat.
Menurut politikus Partai Golkar itu, dalam DPT jujur terkandung aspirasi rakyat yang wajib diaktualisasikan pemimpin terpilih dalam menyusun program pembangunan.
Untuk itu, ujar dia, persoalan DPT bermasalah tidak boleh ditoleransi karena hal itu dapat mengakibatkan muncul pemimpin dari hasil pemilu yang manipulatif akibat DPT bermasalah.
"Ketidakjujuran atas DPT tidak boleh lagi terulang agar rakyat tidak lagi melakukan kesalahan dalam memilih pemimpin dan para wakilnya. Sebab, DPT yang manipulatif hanya akan menghadirkan sosok-sosok 'Sengkuni'," katanya.
Ia juga mengatakan persiapan menuju penyelenggaraan pemilu tahun 2014 mendatang seharusnya dapat menjadi momentum untuk memberangus semua potensi kecurangan, termasuk niat-niat dari beragam kelompok tertentu yang ingin memanipulasi DPT.
Bambang menegaskan, Pemilu 2014 sangat penting bagi Indonesia karena tantangan ke depan semakin berat sehingga Indonesia membutuhkan negarawan sejati.
"Tidak hanya mencintai, tetapi pemimpin dan wakil rakyat juga tahu apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat," ucapnya.
Sebelumnya, Fraksi Partai Golkar berharap penetapan dan rekapitulasi DPT tingkat nasional tidak mundur lagi dari jadwal pada 4 November.
"Jika pengumuman DPT terus mundur, maka pertanyaannya sampai kapan? Jika mundur terus memang masalahnya akan selesai? Kita tidak dapat berharap 'clear' 100 persen," kata anggota Fraksi Partai Golkar Nurul Arifin disela rapat dengar pendapat (RDP) mengenai DPT pemilu di Jakarta, Kamis (31/10).
Oleh karena itu, dia berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap menjalankan tahapan pemilu sesuai dengan jadwal dan rencana yang telah disusun sejak lama.
Menurut dia, jika masih terdapat masyarakat yang memenuhi persyaratan sebagai pemilih namun tidak terdaftar dalam DPT, maka bisa ditampung dalam daftar pemilih khusus (DPK) hingga tiga hari menjelang pemungutan suara pada 9 April 2014.
Pewarta : Oleh Muhammad Razi Rahman
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
