Logo Header Antaranews Sultra

PT. Pelindo "Deadline" Kapal Cepat Yang Berlabuh

Senin, 30 Juli 2012 16:03 WIB
Image Print
GM PT. Pelindo Cabang Sultra, Kalbar Yanto. (Foto ANTARA/Azis Senong)
"Sebab selama ini sangat menganggu kapal-kapal lain yang akan sandar (berlabuh) maupun yang akan bepergian (berangkat) dari pelabuhan ini. Apalagi kondisi menjelang puncak arus mudik lebaran tahun ini mulai ramai, sehingga pelayanan pelabuhan ini bis

Kendari (ANTARA News) - PT Pelabuhan Indonesia Nusantara IV Kendari, memberi batas waktu (deadline) kepada sejumlah kapal penumpang (eks kapal cepat) yang sudah lama berlabuh atau tidak berlayar lagi, untuk segera pindah tempat dari lokasi pelabuhan milik perusahaan BUMN itu.

General Manajer PT Pelindo Cabang Sultra, Kalbar Yanto di Kendari, Senin, menyebutkan ada empat kapal penumpang yang sudah lama berlabuh, dan tidak lagi melakukan aktivitas di Pelabuhan Kendari, sehingga diminta segera dipindahkan ke tempat lain.

"Sebab selama ini sangat menganggu kapal-kapal lain yang akan sandar (berlabuh) maupun yang akan bepergian (berangkat) dari pelabuhan ini. Apalagi kondisi menjelang puncak arus mudik lebaran tahun ini mulai ramai, sehingga pelayanan pelabuhan ini bisa optimal," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepada Dinas Perhunguan dan Administrator Pelabuhan (Adpel) untuk menyampaikan secara tertulis kepada perusahaan pemilik kapal cepat tersebut untuk secepatnya memindahkan kapal yang dinyatakan sudah "mati" karena tidak lagi beroperasi selama beberapa tahun terakhir ini.

Menurut Kalbar Yanto, PT. Pelindo sudah menyediakan lokasi khusus bagi kapal-kapal yang tidak lagi beroperasi yang tidak jauh dari pelabuhan induk, yang ditandai dengan memasang beberapa tiang pancang sebagai tempat berlabu sementara kapal tersebut.

"Namun bila pemilik kapal itu belum juga memindahkan kapal yang masih berlabuh di pelabuhan induk, maka pihaknya tentu akan menggunakan cara lain dengan menarik paksa kapal itu ke tempat yang sudah disediakan," katanya.

Kalbar Yanto mengatakan, kehadiran kapal 'mati' di pelabuhan itu, selama ini sangat mengganggu pelayanan jasa pelabuhan tersebut, terutama bagi kapal yang berangkat maupun mendarat di pelabuhan itu.

"Apalagi, bila bersamaan waktunya dengan pendaratan kapal Pelni seperti KM Tilongkabila dengan kapal pengangkut petikemas dengan aktivitas bongkar muat kontainer. Selain itu, dengan kapal-kapal cepat yang rute Kendari-Raha-Baubau yang setiap hari melakukan bongkar muat di pelabuhan itu," ujarnya.

Menurut dia, bila pelabuhan kontainer di Bungkutoko bisa berfungsi, sehingga aktivitas kapal penumpang pisah dengan kapal bongkar muat barang di Kota Kendari itu, maka pelayanan bisa berjalan optimal di pelabuhan tersebut,.

Empat kapal penumpang yang sudah lama berlabuh di Pelabuhan Nusantara itu dia ntaranya KM Surya Gemilang dua unit dan KM Sagori dua unit, yang semua merupakan milik perusahaan PT Daka Lintas Samudera. (ANT).



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026