Logo Header Antaranews Sultra

Harga Besi Beton Di Kendari Naik

Jumat, 11 Mei 2012 09:32 WIB
Image Print

Kendari (ANTARA News) - Harga bahan bangunan khususnya besi beton di Kota Kendari, Sulawsi Tenggara Jumat bergerak naik, sedangkan jenis lain seperti semen, trtipleks dan bahan kayu lokal masih bertahan seperti pekan lalu.

Harga besi beton naik antara Rp1.000-Rp2.000 per batang, sementara stok cukup tersedia, kata seorang pedagang bahan bangunan di Kendari Jhon, Jumat.

Ia menyebutkann, untuk harga besi beton ukuran 6 mm dari Rp12.000 naik menjadi Rp12.500 per batang, ukuran 8 mm naik menjadi Rp41.000 dari sebelumnya Rp38.500 per batang.

Besi beton ukuran 10 mm juga naik menjadi Rp65.000 dari sebelumnya Rp62.500 per batang dan besi beton ukuran 12 mm naik menjadi Rp97.000 dari sebelumnya Rp95.000 per batang.

Harga berbagai jenis semen dan lainnya tetap bertahan dari harga pekan lalu karena sudah terlebih dulu naik. Harga semen Tonasa, Bosowa dan Tiga Roda masing-masing Rp60.000 dan 58.000 per zak(50 kg).

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindag Sultra, Sahibo mengatakan, kenaikan harga besi beton itu biasanya dari tingkat pengiriman, di samping ada juga dari pabrik yang menyebabkan berdampak hingga pada tingkat pengecer.

Saat ini permintaan bahan bangunan itu dari hari ke hari terus meningkat karena sebagian besar proyek pemerintah sudah berjalan termasuk proyek pembuatan perumahan milik swasta di daerah itu.

Untuk harga jenis bahan bangunan lainnya seperti bahan kayu lokal yang di jual di sejumlah penampung dan bangsal masih bertahan. Untuk jenis kayu kelas II sepeti maranti, silae dan sejenisnya masih bertahan pada kisaran Rp2 juta untuk ukuran meter kubik.

Begitu pula dengan bahan batu-batuan dan pasir lokal belum mengalami perubahan, dengan batu moramo masih bertahan antara Rp500.000 hingga Rp600.000 per truk (4 kubik) dan pasir Pohara juga berkisar Rp450.000 hingga Rp500.000 per truk tergantung dari jarak tempuh dari tempat pengolahan ke konsumen. (ANT).



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026