Logo Header Antaranews Sultra

BPS: NTP Sultra Maret 2012 Naik

Selasa, 3 April 2012 14:00 WIB
Image Print

Kendari (ANTARA News) - BPS Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat, nilai tukar petani (NTP) pada bulan Maret 2012 mengalami kenaikan 0,38 persen dibandingkan Februari 2012, yaitu dari 106,11 menjadi 106,51.

Kepala BPS Sultra, Wahyudin di Kendari, Selasa, mengatakan, NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam presentase), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan dan daya beli petani di perdesaan.

"Jadi NTP itu menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya petani," katanya.

Menurut Wahyudi, pada Maret 2012, NTP masing-masing subsektor di Sultra tercatat sebagai berikut, subsektor tanaman pangan (NTP-P) 86,48, subsektor hotikultura (NTP-H) 122,27, subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-R) 122,45, subsektor peternakan (NTP-Pt) 90,87 dan subsektor perikanan (NTP-Pi) 107,73 pon.

Dimana, NTP Sultra tercatat 106,51 atau mengalami kenaikan 0,38 persen dibanding dengan bulan sebelumnya, atau berada pada urutan ke enam secara nasional. Sedangkan NTP nasional sebesar 104,68 atau turun sebesar 0,48 persen.

Ia mengatakan, di bulan Maret 2012, sebanyak sembilan provinsi mengalami kenaikan NTP, dua provinsi tidak naik, mengalami perubahan NTP, sedangkan 21 provinsi lainnya mengalami penurunan NTP.

Kenaikan tertinggi NTP, lanjut Wahyudin, tertinggi di Provinsi Kalimantan Barat yaitu sebesar 1,12 persen. Sedangkan penuruan NTP terbesar di provinsi Jawa Tengah sebesar 0,86 persen.

Sementara indeks harga konsumen perdesaan di Sultra pada Maret 2012 meningkat sebesar 0,06 persen.

"Hal ini terjadi karena adanya kenaikan indeks harga di semua kelompok, kecuali kelompok bahan makanan, dan kelompok yang mengalami kenaikan yaitu makanan jadi 0,34 persen, perumahan 0,54 persen, sandang 0,32 persen, kesehatan 0,69 persen, pendidikan-rekreasi 0,34 persen dan indeks haraga kelompok transportasi dan komunikasiu 0,21 persen. Sedangkanindeks harga kelompok bahan makanan turun 0,20 persen," katanya. (Ant).



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026