Istanbul (ANTARA) - Gubernur Hadramaut Salem Al-Khanbashi, Kamis, menyatakan bahwa Dewan Transisi Selatan atau Southern Transitional Council (STC) tidak memiliki pilihan selain menarik seluruh pasukan dari provinsi timur Yaman tersebut atau menghadapi konfrontasi militer.

“Masalahnya masih ada karena STC belum menarik pasukannya. Mereka tidak punya pilihan selain menarik diri sepenuhnya dan tanpa syarat atau menghadapi konfrontasi militer,” kata Al-Khanbashi dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Arab Saudi, Al-Ekhbariya.


Ia menuding pasukan STC berupaya menguasai sumber daya minyak di wilayah tersebut. Menurut Al-Khanbashi, pasukan itu tidak akan menarik diri secara damai seperti yang diharapkan.

 

Ketegangan di Yaman selatan meningkat pada bulan lalu setelah pasukan STC merebut Provinsi Hadramaut dan Al-Mahra di wilayah bagian timur Yaman menyusul bentrokan dengan pasukan pemerintah. Kedua provinsi tersebut secara geografis mencakup hampir setengah dari total luas wilayah Yaman.

 

Pada Selasa, Arab Saudi menuduh Uni Emirat Arab mendorong pasukan STC untuk melakukan operasi militer di sepanjang perbatasan selatan Kerajaan. Uni Emirat Arab membantah tuduhan tersebut dan menegaskan komitmennya terhadap keamanan Arab Saudi.

 

Pada hari yang sama, Dewan Kepresidenan Yaman membatalkan perjanjian pertahanan bersama dengan Uni Emirat Arab serta memerintahkan seluruh pasukan Emirat untuk meninggalkan Yaman dalam waktu 24 jam.

 

STC selama ini berulang kali mengeklaim bahwa pemerintah-pemerintah sebelumnya telah memarginalkan wilayah selatan secara politik dan ekonomi, serta menyerukan pemisahan dari wilayah utara. Klaim tersebut ditolak oleh otoritas Yaman yang menegaskan komitmen untuk menjaga keutuhan wilayah negara.

 

Sumber: Anadolu

 

 

 

 


Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Faidin
Copyright © ANTARA 2026