TP PKK Sultra salurkan bantuan bagi korban banjir di Kota Kendari
Minggu, 10 Maret 2024 19:23 WIB
Tim Penggerak PKK Sultra yang diketuai oleh Wa Ode Munanah Asrun Lio, (pakai sepatu kuning) saat terjun langsung memberik bantuan kepada korban terdampak banjir di Kelurahan Kampung Salo, Kec.Kendari Barat, Minggu. (Antara/HO)
Kendari (ANTARA) - Mendukung upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam penanganan korban banjir, TP PKK Sultra yang diketuai oleh Wa Ode Munanah Asrun Lio turut serta memberikan bantuan dan dukungan moril kepada masyarakat terdampak, tepatnya yang berlokasi di RT I dan RT III RW IV Kelurahan Kampung Salo, Kecamatan Kendari, Minggu.
Sebelum menyalurkan bantuan, Ketua TP PKK Sultra yang juga sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sultra, Wa Ode Munanah bersama para pengurus yang disambut Ketua RT I dan Ketua RT III bersama masyarakat sekitar, lebih dulu berkeliling ke rumah-rumah warga, meskipun dalam kondisi hujan. Nampak sejumlah rumah masyarakat rusak parah, bahkan ada beberapa diantaranya roboh akibat diterjang banjir.
Ketua TP PKK Sultra ini juga melihat secara langsung kondisi masyarakat pasca musibah tersebut, dimana banyak warga yang harus memanfaatkan air sungai keruh untuk mencuci pakaian hingga membersihkan diri.
Tidak berhenti di situ saja, dia juga melihat tumpukan sampah mulai dari sedimen terlarut yang telah memadat, batang-batang pohon, dan berbagai jenis sampah lainnya, yang kondisinya sudah menumpuk dan berada di tengah-tengah pemukiman warga, sehingga sangat berpotensi menjadi sumber penyumbatan aliran air jika hujan turun.
Kondisi prihatin lainnya yang menjadi perhatian Ketua TP PKK Sultra ini yakni keberadaan anak-anak serta orang tua yang berada di lokasi dampak banjir, terlebih telah ada yang terserang DBD, sehingga sangat penting melakukan penanganan komprehensif, seperti yang telah diinstruksikan Pj Gubernur Sultra, dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Setelah berkeliling, Wa Ode Munanah juga melakukan dialog singkat dengan sejumlah warga sekitar, utamanya kaum ibu-ibu, yang mengungkapkan jika sebagian besar anak-anak usia sekolah libur, karena peralatan sekolah mulai dari baju hingga alat tulis rusak dan terbawa arus. Terdapat kebutuhan mendesak, diantaranya popok, air bersih, bantuan makanan siap santap mengingat peralatan dapur rusak parah dan ikut hanyut, hingga pakaian layak pakai.
"Sebelumnya, kami hadir di sini untuk menindaklanjuti serta mendukung penuh segala upaya yang telah dilakukan oleh Pj Gubernur Sultra dalam penanganan dampak banjir. Kami mendapatkan izin dari Sekda Sultra sehingga dari beliau, kami telah mendapatkan informasi awal terkait apa saja yang menjadi kebutuhan mendesak warga, khususnya yang ada di RT I dan RT III RW IV Kelurahan Kampung Salo Kecamatan Kendari ini," ucapnya.
Untuk itu, lanjutnya, pihaknya pun telah menyiapkan sejumlah bantuan, diantaranya perlengkapan bayi, utamanya popok dan pakaian. Kemudian sarung, pakaian dewasa, alat solat seperti mukena dan sajadah. Tak lupa sembako termasuk mie instan, ikan kaleng, telur, hingga air mineral.
Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Provinsi Sultra ini juga menyampaikan salam dan rasa empati dari Pj Gubernur dan Sekda Sultra. Kehadiran TP PKK Sultra dalam rangka menindaklanjuti kunjungan Pemerintah Provinsi Sultra sebelumnya.
Tim Penggerak PKK Sultra yang diketuai oleh Wa Ode Munanah Asrun Lio, saat terjun langsung memberik bantuan kepada korban terdampak banjir di Kelurahan Kampung Salo, Minggu. (Antara/HO)
"Tentu kita semua tidak mengharapkan bencana ini terjadi, namun kita harus tetap tabah, sabar, dan tawakal dalam menjalaninya. Insya Allah, segala keluhan yang ada, akan segera mendapatkan respon dari pemerintah, terlebih Pj Gubernur Sultra sudah memberikan instruksi kepada jajarannya untuk melakukan langkah-langkah penanganan pasca banjir," tuturnya.
Termasuk, masih dia, pengusulan dapur umum di dua RT ini, mengingat peralatan masak hingga pemenuhan air bersih sangat sulit diperoleh oleh warga. Dampak banjir lainnya yakni bisa mengancam kesehatan masyarakat, utamanya anak-anak mulai dari DBD hingga diare. Termasuk armada pengangkut sampah. Untuk itu, Pj Gubernur Sultra sudah memikirkan langkah-langkah penanganan, diantaranya penyediaan posko kesehatan, dapur umum, hingga alat berat.
Dia pun berharap, bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan bisa mengajak berbagai pihak lainnya, untuk turut serta mengulurkan tangan membantu meringankan pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat yang terdampak banjir.
Dalam kesempatan itu, Lurah Kampung Salo, Kecamatan Kendari mengatakan, pihaknya juga telah menerima berbagai batuan yang di pusatkan di posko, dan mulai dibagikan hari Minggu (10/3/2024).
"Semua bantuan yang diterima di Kelurahan Kampung Salo berada di posko. Hari ini mulai kita bagi bantuan tersebut, sebab sebelumnya kita data dulu agar penyebaran bantuannya bisa merata dan semua masyarakat yang terdampak bisa menerima," jelas Lurah Kampung Salo.
Ketua RT III, RW IV, Kelurahan Kampung Salo, Kecamatan Kendari, Ahmad mengatakan, banjir mulai melanda warga pada Rabu malam (6/3/2024) dan mulai surut menjelang subuh pada Hari Kamis (7/3/2024). Termasuk pada Hari Jumat malam (8/3/2024).
"Kami alami banjir di sini, sudah dua kali. Saat banjir pertama, kami masih berupaya menyelamatkan barang-barang. Namun banjir yang kedua, kami pasrah, sebab apa lagi yang mau diamankan, terlebih warga sudah dalam kondisi capek dan letih, dan terpenting adalah tidak ada korban jiwa," tuturnya.
Sebelum menyalurkan bantuan, Ketua TP PKK Sultra yang juga sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sultra, Wa Ode Munanah bersama para pengurus yang disambut Ketua RT I dan Ketua RT III bersama masyarakat sekitar, lebih dulu berkeliling ke rumah-rumah warga, meskipun dalam kondisi hujan. Nampak sejumlah rumah masyarakat rusak parah, bahkan ada beberapa diantaranya roboh akibat diterjang banjir.
Ketua TP PKK Sultra ini juga melihat secara langsung kondisi masyarakat pasca musibah tersebut, dimana banyak warga yang harus memanfaatkan air sungai keruh untuk mencuci pakaian hingga membersihkan diri.
Tidak berhenti di situ saja, dia juga melihat tumpukan sampah mulai dari sedimen terlarut yang telah memadat, batang-batang pohon, dan berbagai jenis sampah lainnya, yang kondisinya sudah menumpuk dan berada di tengah-tengah pemukiman warga, sehingga sangat berpotensi menjadi sumber penyumbatan aliran air jika hujan turun.
Kondisi prihatin lainnya yang menjadi perhatian Ketua TP PKK Sultra ini yakni keberadaan anak-anak serta orang tua yang berada di lokasi dampak banjir, terlebih telah ada yang terserang DBD, sehingga sangat penting melakukan penanganan komprehensif, seperti yang telah diinstruksikan Pj Gubernur Sultra, dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Setelah berkeliling, Wa Ode Munanah juga melakukan dialog singkat dengan sejumlah warga sekitar, utamanya kaum ibu-ibu, yang mengungkapkan jika sebagian besar anak-anak usia sekolah libur, karena peralatan sekolah mulai dari baju hingga alat tulis rusak dan terbawa arus. Terdapat kebutuhan mendesak, diantaranya popok, air bersih, bantuan makanan siap santap mengingat peralatan dapur rusak parah dan ikut hanyut, hingga pakaian layak pakai.
"Sebelumnya, kami hadir di sini untuk menindaklanjuti serta mendukung penuh segala upaya yang telah dilakukan oleh Pj Gubernur Sultra dalam penanganan dampak banjir. Kami mendapatkan izin dari Sekda Sultra sehingga dari beliau, kami telah mendapatkan informasi awal terkait apa saja yang menjadi kebutuhan mendesak warga, khususnya yang ada di RT I dan RT III RW IV Kelurahan Kampung Salo Kecamatan Kendari ini," ucapnya.
Untuk itu, lanjutnya, pihaknya pun telah menyiapkan sejumlah bantuan, diantaranya perlengkapan bayi, utamanya popok dan pakaian. Kemudian sarung, pakaian dewasa, alat solat seperti mukena dan sajadah. Tak lupa sembako termasuk mie instan, ikan kaleng, telur, hingga air mineral.
Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Provinsi Sultra ini juga menyampaikan salam dan rasa empati dari Pj Gubernur dan Sekda Sultra. Kehadiran TP PKK Sultra dalam rangka menindaklanjuti kunjungan Pemerintah Provinsi Sultra sebelumnya.
Tim Penggerak PKK Sultra yang diketuai oleh Wa Ode Munanah Asrun Lio, saat terjun langsung memberik bantuan kepada korban terdampak banjir di Kelurahan Kampung Salo, Minggu. (Antara/HO)
"Tentu kita semua tidak mengharapkan bencana ini terjadi, namun kita harus tetap tabah, sabar, dan tawakal dalam menjalaninya. Insya Allah, segala keluhan yang ada, akan segera mendapatkan respon dari pemerintah, terlebih Pj Gubernur Sultra sudah memberikan instruksi kepada jajarannya untuk melakukan langkah-langkah penanganan pasca banjir," tuturnya.
Termasuk, masih dia, pengusulan dapur umum di dua RT ini, mengingat peralatan masak hingga pemenuhan air bersih sangat sulit diperoleh oleh warga. Dampak banjir lainnya yakni bisa mengancam kesehatan masyarakat, utamanya anak-anak mulai dari DBD hingga diare. Termasuk armada pengangkut sampah. Untuk itu, Pj Gubernur Sultra sudah memikirkan langkah-langkah penanganan, diantaranya penyediaan posko kesehatan, dapur umum, hingga alat berat.
Dia pun berharap, bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan bisa mengajak berbagai pihak lainnya, untuk turut serta mengulurkan tangan membantu meringankan pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat yang terdampak banjir.
Dalam kesempatan itu, Lurah Kampung Salo, Kecamatan Kendari mengatakan, pihaknya juga telah menerima berbagai batuan yang di pusatkan di posko, dan mulai dibagikan hari Minggu (10/3/2024).
"Semua bantuan yang diterima di Kelurahan Kampung Salo berada di posko. Hari ini mulai kita bagi bantuan tersebut, sebab sebelumnya kita data dulu agar penyebaran bantuannya bisa merata dan semua masyarakat yang terdampak bisa menerima," jelas Lurah Kampung Salo.
Ketua RT III, RW IV, Kelurahan Kampung Salo, Kecamatan Kendari, Ahmad mengatakan, banjir mulai melanda warga pada Rabu malam (6/3/2024) dan mulai surut menjelang subuh pada Hari Kamis (7/3/2024). Termasuk pada Hari Jumat malam (8/3/2024).
"Kami alami banjir di sini, sudah dua kali. Saat banjir pertama, kami masih berupaya menyelamatkan barang-barang. Namun banjir yang kedua, kami pasrah, sebab apa lagi yang mau diamankan, terlebih warga sudah dalam kondisi capek dan letih, dan terpenting adalah tidak ada korban jiwa," tuturnya.
Pewarta : Azis Senong/Andry
Editor : Abdul Azis Senong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG Kendari imbau masyarakat Sultra agar waspadai potensi cuaca ekstrem hingga 24 April
18 April 2026 12:29 WIB
Pemkot Kendari siagakan 11 pompa air antisipasi kekeringan sawah di musim kemarau
17 April 2026 20:14 WIB
Kepala Rutan Kendari dinonaktifkan buntut napi viral kedapatan ke kedai kopi
17 April 2026 15:27 WIB
Kedapatan ngopi di coffee shop, napi Tipikor Supriadi dipindah ke Nusakambangan
16 April 2026 17:01 WIB
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
BMKG Kendari imbau masyarakat Sultra agar waspadai potensi cuaca ekstrem hingga 24 April
18 April 2026 12:29 WIB
Pemkot Kendari siagakan 11 pompa air antisipasi kekeringan sawah di musim kemarau
17 April 2026 20:14 WIB