Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kota Baubau mengaktifkan kembali Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Wameo setelah dua tahun tidak berfungsi dan setelah penyerahan kewenangan aset oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Baubau, Yulia Widiarti di Baubau, Rabu, menyebutkan bahwa pengaktifan PPI Wameo bertujuan agar aktifitas jual beli ikan dari nelayan kembali stabil dan pasokan ikan terjaga.

“PPI Wameo ini memiliki fasilitas gudang pendingin atau cold storage, sehingga Kota Baubau pasokan ikannya akan terjaga karena ada tempat penyimpanannya,” katanya.

Sebelumnya, dia menjelaskan bahwa nelayan Baubau kebanyakan menjual hasil tangkapan ikannya keluar daerah sehingga terkadang masyarakat mengeluhkan kurangnya ikan dan harganya mahal

“Nelayan di sini kebanyakan menjual hasil tangkapannya ke daerah lain seperti ke Buton, Buton Selatan (Busel) ataupun ke perusahaan-perusahaan sehingga kebutuhan untuk masyarakat kurang terpenuhi,” jelasnya.

Pengaktifan PPI Wameo ini, menurut dia, merupakan salah satu strategi Pemkot Baubau untuk menekan laju inflasi.

“Beberapa bulan ini Kota Baubau berada di posisi 10 besar dan salah satu komoditas penyumbang inflasi adalah ikan,” katanya.

Dia berharap beroperasinya PPI Wameo juga akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) khususnya di bagian retribusi serta pendataan terkait kapal nelayan, hasil tangkapan dan ikan yang diekspor lebih terkontrol dan tertata.

“Jadi ke depan semua kapal nelayan yang berasal dari Kota Baubau diharuskan mendaratkan ikannya di PPI Wameo, begitu juga dari luar Kota Baubau, harus masuk melalui PPI Wameo," harapnya.

Pewarta : Abdul Azis Senong/Yusran
Editor : Zabur Karuru
Copyright © ANTARA 2024