Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kericuhan terjadi usai pertandingan Derbi Super Jatim antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 3-2 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam.
Kericuhan tersebut bermula saat ribuan suporter Aremania merangsek masuk ke area lapangan setelah Arema FC kalah. Pemain Persebaya langsung meninggalkan lapangan dan Stadion Kanjuruhan menggunakan empat mobil Polri, barracuda. Sementara beberapa pemain Arema FC yang masih di lapangan lantas diserbu pemain.
Kerusuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.
Ada kobaran api pada sejumlah titik di dalam stadion tersebut. Terlihat dua unit mobil polisi yang salah satunya adalah mobil K9 dibakar. Sementara satu mobil lainnya rusak parah dengan kaca pecah dan dalam posisi miring di bagian selatan tribun VIP.
Dengan jumlah petugas keamanan yang tidak sebanding dengan jumlah ribuan suporter Arema FC tersebut, petugas kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan. Tembakan gas air mata itu membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernafas.
Banyaknya suporter yang pingsan, membuat kepanikan di area stadion. Banyaknya suporter yang membutuhkan bantuan medis tersebut tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis yang disiagakan di Stadion Kanjuruhan.
Para suporter itu, banyak yang mengeluh sesak nafas terkena gas air mata dan terinjak-injak saat berusaha meninggalkan tribun stadion. Para suporter tersebut panik dan akhirnya berhamburan.
Hingga Minggu dini hari (2/10) kurang lebih pukul 00.23 WIB, kondisi di luar stadion terlihat truk yang mengangkut suporter hilir mudik untuk mereka yang membutuhkan perawatan.
Hingga saat ini pihak Polres Malang dan manajemen belum memberikan keterangan resmi terkait adanya jumlah korban yang meninggal dunia akibat tragedi tersebut.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kericuhan terjadi usai Arema FC dikalahkan Persebaya
Kericuhan terjadi usai Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan
Minggu, 2 Oktober 2022 7:10 WIB
Sebuah mobil polisi rusak di lapangan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam, akibat kericuhan yang terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. ANTARA/Vicki Febrianto
Pewarta : Vicki Febrianto
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Berita Hukum sepekan, korban kasus DWP 45 orang hingga vonis Harvey 6,5 tahun
29 December 2024 4:31 WIB, 2024
Malam ini Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi letusan 700 meter
25 December 2024 21:33 WIB, 2024
Produsen bom asal Malang pamerkan ragam produk peledak buatan RI di Vietnam
23 December 2024 15:13 WIB, 2024
Wamen ATR serahkan sertifikat tanah warga Polehan berjuang 24 tahun
03 September 2024 22:23 WIB, 2024
Ganjar Pranowo enggan tanggapi soal MK tolak gugatan terkait batasan usia
16 October 2023 16:05 WIB, 2023