PLN beri diskon tarif listrik 30 persen bagi pemilik mobil listrik
Senin, 28 Maret 2022 16:35 WIB
Presiden RI Joko Widodo saat meninjau stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dengan tipe _ultra fast charging_ pertama di Indonesia. Sabtu, (26/3/2022). (ANTARA/Ho)
Jakarta (ANTARA) - PT PLN (Persero) memberikan diskon tarif listrik sebesar 30 persen untuk pemilik kendaraan listrik yang melakukan pengisian daya baterai mobil listrik melalui fasilitas home charging pada pukul 10.00 hingga 05.00 WIB.
"Kami memberikan diskon sebesar 30 persen, jadi bisanya tarif listrik Rp1.450 per kWh menjadi Rp1.100 per kWh," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin.
Darmawan menjelaskan bahwa pemberian diskon tarif listrik merupakan upaya PLN untuk meningkatkan konsumsi listrik karena saat malam hari utilisasi pembangkit listrik turun seiring penurunan aktivitas masyarakat dan industri.
Selain itu, pemberian diskon tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri.
PLN melakukan digitalisasi untuk layanan home charging agar konsumen yang membeli kendaraan listrik bisa mendapatkan fasilitas home charging dan itu menjadi bagian peralatan dari pembelian mobil listrik tersebut.
Kemudian, fasilitas home charging itu akan langsung dihubungkan ke server milik PLN menggunakan internet optik.
Kalau ada yang beli mobil listrik monggo lapor ke PLN, nanti langsung kami pasangkan ke server dan kami beri diskon. Tagihannya berbeda, untuk rumah tagihan lama masih ada, kemudian ada sub tagihan lagi khusus untuk peralatan home charging tersebut," jelas Darmawan.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa mobil listrik terbaru dalam sekali isi daya mampu menempuh jarak 350 sampai 370 kilometer, sedangkan rata-rata untuk pemakaian dalam kota hanya 80-100 kilometer per hari yang membuat mobil listrik hampir tidak membutuhkan SPKLU, tetapi cukup di rumah saja.
Menurutnya, pengisian daya mobil listrik di Eropa dan Amerika sebanyak 85 sampai 90 persen tidak di SPKLU, tetapi di rumah.
"Untuk itu, kalau charging di rumah butuh waktu lima jam, kami beri diskon dari jam 10 malam sampai jam 5 pagi. Ini adalah bahan bakar yang sangat murah," pungkas Darmawan.
"Kami memberikan diskon sebesar 30 persen, jadi bisanya tarif listrik Rp1.450 per kWh menjadi Rp1.100 per kWh," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin.
Darmawan menjelaskan bahwa pemberian diskon tarif listrik merupakan upaya PLN untuk meningkatkan konsumsi listrik karena saat malam hari utilisasi pembangkit listrik turun seiring penurunan aktivitas masyarakat dan industri.
Selain itu, pemberian diskon tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri.
PLN melakukan digitalisasi untuk layanan home charging agar konsumen yang membeli kendaraan listrik bisa mendapatkan fasilitas home charging dan itu menjadi bagian peralatan dari pembelian mobil listrik tersebut.
Kemudian, fasilitas home charging itu akan langsung dihubungkan ke server milik PLN menggunakan internet optik.
Kalau ada yang beli mobil listrik monggo lapor ke PLN, nanti langsung kami pasangkan ke server dan kami beri diskon. Tagihannya berbeda, untuk rumah tagihan lama masih ada, kemudian ada sub tagihan lagi khusus untuk peralatan home charging tersebut," jelas Darmawan.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa mobil listrik terbaru dalam sekali isi daya mampu menempuh jarak 350 sampai 370 kilometer, sedangkan rata-rata untuk pemakaian dalam kota hanya 80-100 kilometer per hari yang membuat mobil listrik hampir tidak membutuhkan SPKLU, tetapi cukup di rumah saja.
Menurutnya, pengisian daya mobil listrik di Eropa dan Amerika sebanyak 85 sampai 90 persen tidak di SPKLU, tetapi di rumah.
"Untuk itu, kalau charging di rumah butuh waktu lima jam, kami beri diskon dari jam 10 malam sampai jam 5 pagi. Ini adalah bahan bakar yang sangat murah," pungkas Darmawan.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerataan Infrastruktur guna dukung ekosistem kendaraan listrik di Sultra
04 December 2025 20:59 WIB
Pemerintah siapkan Rp61 triliun untuk tuntaskan akses listrik di wilayah 3T
19 November 2025 13:56 WIB
PT Vale bersama Pemkab Lutim dan PLN sosialisasi peningkatan keandalan listrik di Sorowako
17 November 2025 13:12 WIB
Menteri ESDM minta Gubernur Sultra agar seluruh desa dialiri listrik sebelum 2027
02 November 2025 18:39 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Data PIHPS: Cabai rawit merah masih tinggi, beras medium Rp17 ribuan per Kg
16 February 2026 11:33 WIB
Kadin Sultra dorong pemanfaatan aspal Buton untuk proyek infrastruktur nasional
14 February 2026 21:03 WIB
BI catat lonjakan transaksi QRIS di Sultra naik 184 persen pada triwulan IV 2025
13 February 2026 17:55 WIB
Harga ayam stabil jelang Ramadhan, pemerintah pastikan pasokan aman hingga Idulfitri
13 February 2026 12:41 WIB