Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp112,8 triliun atau 44,58 persen dari target penyaluran KUR untuk tahun ini sebesar Rp253 triliun per 18 Juni 2021.

“Total debitur 3,1 juta sudah berjalan hingga 18 Juni mencapai realisasi Rp112 triliun tersebar di seluruh provinsi,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin.

Sri Mulyani menjelaskan tren target penyaluran KUR dan debiturnya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yakni pada 2015 terealisasi Rp22,75 triliun dari target Rp30 triliun kepada 1 juta debitur.

Kemudian pada 2016 mencapai Rp94 triliun dari target Rp100 triliun kepada 4,4 juta debitur dan pada 2017 realisasinya mencapai Rp96,7 triliun dari target Rp110 triliun kepada 4,1 juta debitur.

Selanjutnya pada 2018 sebesar Rp120,3 triliun dari target Rp120 triliun kepada 4,4 juta debitur, pada 2019 sebesar Rp140,1 triliun kepada 4,1 juta debitur dan terakhir pada 2020 mencapai Rp198,53 triliun dari target Rp190 triliun kepada 6,12 juta debitur.



“Sebelum COVID-19 jumlah KUR Rp140 triliun naik menjadi Rp198 triliun dan tahun ini kami harap (realisasi) naik jadi Rp253 triliun” ujar Sri Mulyani.

Berdasarkan penyaluran KUR menurut wilayah, penyaluran di antaranya dilakukan terhadap 541.238 ribu debitur di Pulau Sumatera dengan nilai Rp24,24 triliun serta 1,91 juta debitur di Pulau Jawa dengan nilai Rp64,26 triliun.

Berikutnya sebanyak 156.959 debitur di Pulau Bali dan Nusa dengan nilai penyaluran Rp6,26 triliun serta 51.684 debitur Pulau Maluku dan Papua dengan nilai Rp2,04 triliun.

Selanjutnya sebanyak 279.483 debitur di Pulau Sulawesi dengan nilai Rp10,1 triliun serta 153.618 debitur di Pulau Kalimantan dengan nilai Rp6,45 triliun.

“Realisasi KUR yang merupakan instrumen penting dari sisi akses kredit bagi UMKM terlihat ada kenaikan cukup signifikan pada 2020,” kata Sri Mulyani.
 

Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024