Kendari (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Baubau, Suklawesi Tenggara (Sultra) mengakui, secara umum kesetaraan gender dalam hal akses diberbagai bidang bagi kaum perempuan di Kota Baubau belum tercapai namun sudah ada peningkatan dibanding beberapa tahun sebelumnya. 

"Akses kaum perempuan menduduki jabatan struktural di instansi pemerintah khususnya di Kota Baubau sudah menunjukkan peningkatan, meski belum bisa dikatakan ideal sesuai yang diharapkan," kata Kadis DP3A Baubau, Wa Ode Soraya melalui pesan WhatsApp yang diterima, Senin.

Ia mengatakan, bila  mau dikatakan setara laki-laki dan perempuan itu belum. Namun untuk jabatan struktural sudah ada peningkatan dibanding dengan tahun-tahun kemarin walaupun memang belum setara.

Saat dimintai tanggapan pada Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 Maret  Wa Ode Soraya, menilai bahwa Pemkot Baubau tetap menaruh perhatian atas keterpenuhan hak bagi kaum perempuan. Terbukti saat ini beberapa jabatan pimpinan tinggi pratama/eselon dua dinstansi Pemkot Baubau dipercayakan kepada kaum hawa. 

"Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Baubau ini kan ada sekira 30-an jumlahnya. Itu kurang lebih 10 kepala OPD dipercayakan kepada perempuan," ungkapnya.

Menurut Soraya, kemampuan perempuan tidak boleh dipandang enteng dalam dunia kerja. Sebab bagi dirinya, walaupun perempuan punya peran ganda tapi bisa menghasilkan kerja baik karena mampu membagi waktunya antara urusan karir dan sebagai seorang ibu atau istri di rumah.

"Itu bisa kita lihat sekarang walaupun perempuan itu punya anak di rumah, tapi dia bisa masuk jam kantor sesuai dengan aturan yang ditetapkan," tuturnya. 

Untuk itu Hari Perempuan Internasional ini, dirinya berkomitmen untuk mendorong agar perempuan lebih diberdayakan lagi demi terwujudnya Indonesia Maju. 
 

Pewarta : Abdul Azis Senong
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024