Jakarta (ANTARA) -
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebutkan, soliditas dan sinergi TNI-Polri selama ini berlangsung telah terbukti sebagai pilar bangsa untuk mengawal pembangunan nasional.
 
"Di masa mendatang kerja sama semacam itu dituntut untuk dikembangkan dan diperluas," kata Panglima TNI dalam sambutannya yang dibacakan oleh Komandan Sekolah Staf dan Komando (Dansesko) TNI Marsdya Dedy Permadi pada upacara pembukaan Pendidikan Reguler Ke-48 Sesko TNI TA 2021 secara virtual, di Gedung Serasan Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Rabu.
 
Pendidikan Reguler Ke-48 Sesko TNI diikuti oleh 200 Perwira Siswa (Pasis), terdiri dari TNI AD 75 Pasis, TNI AL 50 Pasis, TNI AU 40 Pasis, Polri 31 Pasis dan empat siswa dari mancanegara yaitu Madagaskar, Malaysia, Pakistan, dan Singapura.
 
Sebagai jenjang pendidikan tertinggi di TNI, menurut dia, Sesko TNI tidak hanya dituntut untuk melahirkan perwira TNI yang cerdas dan memiliki kesamaptaan jasmani yang tangguh, namun juga dituntut melahirkan kader pimpinan TNI yang berkarakter kuat, berintegritas, memiliki visi yang maju, adaptif dan inovatif dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi.
 
Sesko TNI sebagai pusat keunggulan juga diharapkan dapat mencetak kader-kader pemimpin terbaik TNI yang dapat menjawab seluruh tantangan yang ada. Di sinilah tempat terbaik untuk mengembangkan potensi diri sebagai prajurit profesional dan kader pemimpin bangsa.
 
"Cita-cita mulia meraih keunggulan tersebut tentu membutuhkan sinergi seluruh sivitas akademika Sesko TNI," ujarnya dalam siaran persnya.
 
Karena itu, mantan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) ini berharap, kehadiran 31 Pasis dari Polri semakin memperkuat visi yang maju, adaptif dan inovatif dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi.
 
Demikian pula dengan kehadiran para perwira siswa mancanegara dari Madagaskar, Malaysia, Pakistan, dan Singapura.
 
"Walaupun tidak bertemu secara langsung, tetapi kehadiran para perwira tentunya semakin memperkuat kerja sama bilateral antarnegara," kata Hadi pula.
 
Pada kesempatan itu, Panglima TNI mengatakan bahwa dunia saat ini dihadapkan dengan disrupsi akibat pandemi COVID-19, selain disrupsi akibat kemajuan teknologi.
 
Disrupsi dalam bidang teknologi yang ditandai dengan digitalisasi, internet of things, masifnya penggunaan internet dan media sosial membuat munculnya tantangan baru. Terobosan teknologi tersebut, sebagaimana dua mata pisau, memiliki sisi kebaikan dan kerawanan dalam skala yang masif melampaui batas-batas negara.
 
Turut hadir pada pembukaan secara virtual di antaranya para Pejabat Utama Mabes TNI, Asisten Personel Kepala Staf Angkatan, Asisten Kapolri Bidang SDM, Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad, para komandan sesko angkatan, atase pertahanan negara sahabat dari Madagaskar, Malaysia, Pakistan, dan Singapura.

Pewarta : Syaiful Hakim
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024