Kendari (ANTARA) - Harga komoditas pangan khususnya cabai merah di sejumlah pasar tradisional dan pasar induk di Kendari, Sulawesi Tenggara, terpantau masih mengalami kenaikan seiring dengan tingginya curah hujan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tenggara, Hj Siti Saleha di Kendari, Rabu mengatakan, harga cabai merah yang terdiri dari cabai keriting, besar dan cabai rawit alami kenaikan yang cukup signifikan sejak pertengahan Desember 2020.

"Kalau sebelumnya, harga cabai merah hanya berkisar antara Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram, kini berapa pada kisaran cukup tinggi yakni Rp55.000 hingga Rp65.000 per kilogram atau naik rata-rata 80 hingga 100 persen," ujarnya.

Saleha yang didampingi Kabid Perdagangan Dalam Negeri (Perindag) LM Fitra Arsyad mengatakan pemicu utama naiknya harga cabai selama dua atau tiga pekan terakhir itu, karena terbatasnya pasokan dari petani produksi yang terpengaruh curah hujan tinggi.

Selain itu, tambah dia, permintaan yang tinggi dari masyarakat terutama jelang perayaan Natal dan Tahun Baru membuat sejumlah pedagang menaikkan harga secara sepihak.

Dalam kesempatan ini, Fitra menambahkan Disperindang Sultra setiap hari akan melakukan pemantauan dan pencatatan harga bahan pokok langsung ke sejumlah pasar yang telah ditentukan sesuai Peraturan Mendagri Nomor 91 Tahun 2019 tentang bahan pokok di daerah. 

"Kota Kendari sebagai ibukota provinsi Sultra, kami melakukan pemantauan dan pencatatan harga di lima pasar tradisional dengan 16 bahan pokok utamanya dan jenisnya yang dipantau setiap hari," katanya.

Berbagai jenis bahan pokok yang dipantau adalah beras, gula pasir, minyak goreng, daging, telur, susu, jagung pipilan kering, garam beryodium, tepung terigu, mie instan, kacang, cabai merah, bawang, ikan asin/segar, dan ketela pohon.

"Untuk bahan pokok lainnya, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, daging, telur, susu, jagung pipilan kering,garam beryodium, tepung terigu, mie instan, kacang, bawang, ikan asin/segar, dan lainnya, harganya masih stabil dan stoknya masih cukup," katanya.

Pewarta : Abdul Azis Senong
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024