Yogyakarta (ANTARA) - Guru Besar pada Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Prof. Dr. dr. Samekto Wibowo mengatakan thermo gun atau alat pengukur suhu tubuh tidak membahayakan otak.

"Thermo gun sudah lama digunakan di bidang medis dan sejauh ini tidak ada komplain. Tidak ada laporan adanya gangguan pada otak atau bagian tubuh lain," kata Samekto di Yogyakarta, Senin.

Ia menjelaskan bahwa thermo gun yang biasa digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia menggunakan inframerah.

Alat itu, kata dia, tidak memakai laser, seperti yang viral diperbincangkan dalam beberapa hari belakangan.

Samekto menegaskan semua alat medis telah lolos uji klinis yang berarti aman untuk digunakan. Demikian halnya dengan thermo gun sebelum digunakan pada manusia, sebelumnya telah melalui uji klinis untuk memastikan keamanannya.

Sementara itu, Guru Besar Teknik Fisika UGM Prof. Sunarno menjelaskan thermo gun untuk mengukur suhu manusia bekerja dengan menerima pancaran inframerah (far infrared) dari tubuh. Energi yang ditangkap oleh sensor diubah menjadi energi listrik yang selanjutnya ditampilkan dalam bentuk angka digital dalam derajat Celcius.

"Jadi thermo gun tidak memancarkan inframerah, tetapi malah menerima radiasi inframerah dari tubuh manusia," kata dia.

Radiasi inframerah ini disebutkan Sunarno tidak dapat dilihat oleh mata manusia, namun bisa dirasakan sebagai panas, seperti suhu tubuh.

Menanggapi kabar viral yang menyebutkan thermo gun berbahaya bagi otak saat laser "ditembakkan" ke arah dahi berkali-kali, Sunarno menyatakan hal tersebut tidak benar. Laser pada thermo gun tidak membahayakan otak. Pasalnya laser yang digunakan berenergi rendah.

"Tidak cukup energi untuk merusak otak karena berada pada frekuensi nonpengion. Namun upayakan jangan sampai kena mata," ucap dosen Teknik Fisika UGM ini.

Fungsi laser pada thermo gun hanya membantu dalam menentukan titik pusat pengukuran pada objek, tidak berkaitan dengan fungsi pengukuran suhu.

"Laser sebagai pointer, kerjanya sama seperti pada presentasi untuk ketepatan pada objek. Kalau untuk mengukur suhu manusia kan dilakukan pada jarak dekat sehingga tidak perlu pakai laser, dinonaktifkan saja," kata dia.


Pewarta : Luqman Hakim
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024