Nissan bakal pangkas 30 persen produksi mobil hingga Desember
Sabtu, 18 Juli 2020 10:57 WIB
Pintu gerbang fasilitas pabrik Nissan di Oppama, Jepang. ANTARA/HO Nissan/am
Jakarta (ANTARA) - Nissan Motor Co berencana memangkas sekitar 30 persen produksi kendaraannya secara global hingga Desember tahun ini menyusul penurunan permintaan yang diakibatkan pandemi COVID-19, Reuters melaporkan, Sabtu.
Raksasa otomotif Jepang itu berencana memproduksi sekitar 2,6 juta kendaraan antara April dan Desember, turun 3,7 juta selama periode yang sama tahun lalu, kata seorang sumber
yang berbicara dengan syarat anonim.
Nissan yang belum mengumumkan perkiraan penjualan untuk tahun keuangan ini, menolak mengomentari rencana produksinya.
Pembuat mobil global sedang berjuang setelah pabrik ditutup awal tahun ini untuk membendung penyebaran pandemi.
Diler mobil juga ditutup di banyak negara, memicu turunnya penjualan kendaraan pada Maret hingga Mei. Pada Juni, penurunan penjualan melambat karena ekonomi mulai dibuka kembali.
Dalam dua bulan pertama di tahun keuangan ini, pembuat SUV Rogue dan mobil listrik Leaf itu membuat sekitar 307 ribu kendaraan secara global, turun 62 persen dari tahun lalu, menurut angka produksi bulanan.
Nissan berencana untuk meningkatkan produksi dari 510 ribu kendaraan pada kuartal pertama menjadi sekitar 930 ribu pada Juli-September, kata sumber itu. Output kuartal kedua akan sekitar 25 persen lebih rendah dari tahun lalu, menurut perhitungan Reuters.
Produksi diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 1,1 juta kendaraan pada Oktober-Desember, sekitar 8 persen lebih rendah pada tahun ini.
Pada Juli-September, output Nissan diprediksi akan terpukul turun sekitar 47 persen dari tahun lalu, setelah pembuat mobil mengatakan akan memangkas lebih banyak shift di pabrik perakitan Jepang.
Output domestik setidaknya akan kembali membaik perlahan hingga Desember.
Raksasa otomotif Jepang itu berencana memproduksi sekitar 2,6 juta kendaraan antara April dan Desember, turun 3,7 juta selama periode yang sama tahun lalu, kata seorang sumber
yang berbicara dengan syarat anonim.
Nissan yang belum mengumumkan perkiraan penjualan untuk tahun keuangan ini, menolak mengomentari rencana produksinya.
Pembuat mobil global sedang berjuang setelah pabrik ditutup awal tahun ini untuk membendung penyebaran pandemi.
Diler mobil juga ditutup di banyak negara, memicu turunnya penjualan kendaraan pada Maret hingga Mei. Pada Juni, penurunan penjualan melambat karena ekonomi mulai dibuka kembali.
Dalam dua bulan pertama di tahun keuangan ini, pembuat SUV Rogue dan mobil listrik Leaf itu membuat sekitar 307 ribu kendaraan secara global, turun 62 persen dari tahun lalu, menurut angka produksi bulanan.
Nissan berencana untuk meningkatkan produksi dari 510 ribu kendaraan pada kuartal pertama menjadi sekitar 930 ribu pada Juli-September, kata sumber itu. Output kuartal kedua akan sekitar 25 persen lebih rendah dari tahun lalu, menurut perhitungan Reuters.
Produksi diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 1,1 juta kendaraan pada Oktober-Desember, sekitar 8 persen lebih rendah pada tahun ini.
Pada Juli-September, output Nissan diprediksi akan terpukul turun sekitar 47 persen dari tahun lalu, setelah pembuat mobil mengatakan akan memangkas lebih banyak shift di pabrik perakitan Jepang.
Output domestik setidaknya akan kembali membaik perlahan hingga Desember.
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
HPM: Merger antara Honda dan Nissan solusi ciptakan untuk masa depan
27 December 2024 14:27 WIB, 2024
All-New Nissan Magnite meluncur mulai harga Rp200 jutaan, ini fitur barunya
12 January 2021 13:22 WIB, 2021
Ini alasan Nissan boyong All-new Nissan Kicks e-POWER ke Indonesia
03 September 2020 20:42 WIB, 2020
Ini spesifikasi Wuling Cortez CT Type S, MPV turbo serharga Rp200 jutaan
21 July 2020 11:51 WIB, 2020
Mengenal lebih dekat Kyoko Shimada, desainer mobil wanita pertama di Jepang
09 July 2020 9:27 WIB, 2020
Nissan Livina Sporty Package edisi terbatas diluncurkan hanya sebanyak 100 unit
15 June 2020 11:54 WIB, 2020
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Dirut ANTARA nilai AI solusi tata kelolah keuangan di tengah ketidakpastian global
29 April 2026 14:08 WIB