Kolombia pecat 31 tentara karena kejahatan seksual di bawah umur
Ilustrasi. Petani dan anggota organisasi hak asasi manusia berbincang dengan beberapa tentara di daerah pedesaan Miranda, Cauca, Kolombia, Kamis (28/6/2012). Petani dan warga asli meminta tentara untuk memindahkan markas militer yang dibangun di wilayah mereka karena dianggap dapat mengancam keselamatan mereka apabila terjadi bentrokan dengan gerilyawan Pasukan Bersenjata Revolusi Kolombia (FARC). (ANTARA/REUTERS/Jaime Saldarriaga/TM)
Pemecatan dilakukan di tengah kemunculan banyak dugaan kasus kejahatan seksual anak-anak yang dilakukan oleh tentara.
"Sebanyak 31 anggota telah dipecat dari institusi, mereka terdiri dari 12 perwira golongan rendah dan 19 prajurit. Langkah administratif ini diambil sejalan dengan norma hukum yang mengatur personel serta keputusan pimpinan," kata Angkatan Darat Kolombia dalam pernyataan.
Para anggota yang baru dipecat itu juga kemudian akan menjalani penyelidikan disiplin dan kriminal, yang dapat menjebloskan mereka ke penjara.
Kasus baru tersebut menambah panjang daftar pelaku kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur di kalangan tentara. Sedikitnya 118 anggota angkatan darat telah menjalani penyelidikan atas tuduhan tersebut sejak 2016.
Sebelumnya, pada pekan lalu, sebanyak tujuh prajurit ditangkap atas tuduhan kejahatan seksual terhadap seorang perempuan dari suku pribumi di Provinsi Risaralda. Ketujuh tentara itu beserta tiga atasan mereka telah dipecat, sementara dua perwira tingkat lebih tinggi sudah dimutasikan.
Kasus lainnya juga muncul akhir pekan lalu, yaitu menyangkut seorang perempuan yang diduga mengalami kekerasan seksual oleh sejumlah prajurit selama ditahan beberapa hari, tanpa makanan atau minuman, di markas tentara di Provinsi Guaviare.
Angkatan Darat Kolombia menyangkal tuduhan upaya sistematis untuk melindungi para anggota yang terlibat kasus kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur.
Institusi itu mempunyai 240.000 anggota dan memimpin upaya negara untuk menumpas kelompok gerilya sayap kiri dan geng-geng kriminal yang didirikan oleh para mantan anggota kelompok paramiliter sayap kanan.
Para korban dan kalangan pembela hak asasi manusia telah sekian lama menuding Angkatan Darat Kolombia melakukan pelanggaran HAM selama lebih dari lima dekade konflik internal berlangsung di negara itu.
Sumber: Reuters
Pewarta : Suwanti
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
IPIP buka pelatihan alat berat angkatan ke-7 tingkatkan kompetensi tenaga kerja lokal
27 April 2026 19:55 WIB
KSAL Pakistan ajak TNI AL memperkuat interoperabilitas dengan PAK Navy
09 February 2025 14:25 WIB, 2025
Kemarin, pengecer kembali jual LPG 3 kg sambil menunggu proses RUU BUMN
05 February 2025 7:01 WIB, 2025
Angkatan Udara AS bawa gelombang pertama imigran ilegal tiba di Guatemala
25 January 2025 14:00 WIB, 2025
Komisi I DPR RI awasi penyelidikan kasus penembakan bos rental mobil
07 January 2025 14:55 WIB, 2025
Menhan RI Sjafrie tekankan pentingnya transformasi maritim kepada KSAL
24 December 2024 13:38 WIB, 2024
Empat kapal perang Rusia akan mengikuti Latma Orruda 2024 pada 4-8 november
04 November 2024 12:32 WIB, 2024