Jakarta (ANTARA) - Tentara Nasional Indonesia (TNI) berbelasungkawa atas meninggalnya mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso akibat stroke yang dideritanya di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu pagi.

Bahkan sebagai wujud penghormatan terakhir, TNI akan mengibarkan bendera setengah tiang selama satu pekan.

"TNI menyatakan berkabung dan berkabung mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari (10-17 Mei 2020) di seluruh jajaran TNI di seluruh Indonesia," kata Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman, dalam keterangan tertulisnya.



Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin upacara pemakaman secara militer mantan Panglima TNI periode 2007-2010 Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso di Tempat Pemakaman Umum (TPU) San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, Minggu.

Prosesi pemakaman Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso tetap mengikuti standar protokol kesehatan, untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran COVID-19.

Dalam Prosedur Tetap (Protap) Upacara Pemakaman Militer pasukannya berjumlah satu kompi atau 120 personel. Namun dengan adanya COVID-19, maka jumlahnya hanya 40 personel dengan jarak antara pasukan peserta upacara yaitu dua meter.

Sebagai Inspektur Upacara (Irup), Marsekal TNI Hadi Tjahjanto membacakan Apel Persada di depan pusara Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso.

"Saya Panglima Tentara Nasional Indonesia atas nama Negara, Bangsa dan Tentara Nasional Indonesia dengan ini mempersembahkan ke Persada Ibu Pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa Almarhum Djoko Santoso," kata Panglima TNI.



Putra dari Bapak Alm Djoko Soedjono itu meninggal dunia demi kepentingan serta keluhuran negara dan bangsa pada Minggu pukul 06.30 WIB di RSPAD Gatot Soebroto karena sakit.

"Semoga jalan Dharma Bhakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri tauladan bagi kita semua dan arwahnya mendapat tempat yang semestinya di alam baka," kata Marsekal Hadi

Selama berdinas, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso dianugerahi berbagai penghargaan Bintang Jasa/Tanda Jasa diantaranya Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Utama, Bintang Kartika Eka Paksi Utama, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya dan Satyalencana Seroja.

 

Pewarta : Syaiful Hakim
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024