Jakarta (ANTARA) - Pejabat Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA mengatakan buku berjudul Bertahan di Wuhan: Kesaksian Wartawan Indonesia di Tengah Pandemi Corona yang ditulis oleh M Irfan Ilmie mengedepankan sisi kemanusiaan di tengah pandemi COVID-19.

"Saya melihat dalam tulisannya itu dia sama sekali tidak membenturkan sebuah kepentingan Indonesia di China dan sebaliknya tapi mengedepankan kemanusiaan," kata Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Akhmad Munir di Jakarta, Senin malam.

Menurut dia, buku karya Irfan yang merupakan satu-satunya wartawan Indonesia dengan akreditasi tetap di China itu jauh dari kepentingan politik sehingga enak dibaca.



"Buku tersebut tidak membenturkan kepentingan politik sama sekali," ujar Cak Munir panggilan akrabnya.

Secara pribadi dan kelembagaan, LKBN ANTARA mengapresiasi buku tersebut. Sebab karya itu ditulis berbarengan dengan tugas jurnalistik Irfan saat pandemi COVID-19 di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

"Saya mengucapkan selamat. Di tengah penugasan yang sangat berat saat itu beliau masih mampu menyuguhkan reportasenya menjadi buku," ujarnya.

Buku tersebut tidak hanya menjadi inspirasi bagi banyak orang namun juga bisa sebagai pembelajaran penting dan berharga oleh masyarakat dalam melawan penyebaran virus.

Sementara itu, M Irfan Ilmie selaku penulis buku Bertahan di Wuhan: Kesaksian Wartawan Indonesia di Tengah Pandemi Corona mengatakan 40 persen isi buku itu ditulis di China dan 60 persen diselesaikan di Tanah Air.

"Buku ini menceritakan tentang berbagai peristiwa baik sebelum, pada saat dan sesudah lockdown dilakukan," kata dia.



Irfan yang merupakan satu-satunya wartawan Indonesia dengan akreditasi tetap di China itu mengatakan buku tersebut juga berisi kebijakan negara Tirai Bambu termasuk konsekuensinya dalam menerapkan karantina wilayah.

"Yang paling menarik dalam buku ini ialah suka duka bagaimana masyarakat Indonesia yang tinggal di Wuhan selama lockdown," katanya.

Buku berjudul Bertahan di Wuhan: Kesaksian Wartawan Indonesia di Tengah Pandemi Corona tersebut dapat diperoleh para pembaca di Gramedia Digital.


Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024