Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merilis pasien sembuh terkait COVID-19 di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan.

Melalui video konferensi dengan awak media di Makassar, Rabu petang, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ichsan Mustari menyebutkan pasien positif COVID-19 yang sembuh empat orang, sementara delapan orang dengan status PDP (Pasien Dalam Pengawasan) telah dinyatakan negatif corona atau sehat.

"Alhamdulillah ada empat orang yang sembuh, Insyaallah seiring berjalan waktu, jumlahnya akan semakin banyak," kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ichsan Mustari.

Perbedaan data mengenai kasus meningkat maupun yang sembuh, kata dr Ichsan, bisa saja terjadi. Hal tersebut ditengarai perbedaan data dari pernyataan yang disampaikan dengan data pada laman resmi terkait COVID-19.



Itu terjadi, karena persoalan jeda waktu memasukkan data. Bukan hanya berlaku pada laman resmi Pemprov Sulsel terkait COVID-19, tetapi juga pada laman website Kementerian (Pusat).

"Saya perlu sampaikan bahwa sejak awal bahwa angka-angka baik ODP, PDP maupun yang sembuh itu dinamis per jam," katanya.

Satu orang tambahan yang sudah sembuh, misalnya baru diketahui hasil laboratoriumnya pada waktu sore.

Pada kesempatan itu, dr Ichsan juga mengemukakan bahwa kondisi pasien positif COVID-19 sekitar 75 persen terjadi perbaikan kesehatan. Oleh karena itu, ia yakin jumlah yang sembuh akan semakin bertambah.

"Kita berdoa semoga mereka sehat," katanya.

Sebelumnya Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah juga telah menyampaikan kondisi pasien COVID-19 dan menyebutkan tiga pasien telah dinyatakan sembuh.

Nurdin menyampaikan apresiasi atas kerja keras dokter dan tenaga medis yang sudah bekerja secara maksimal menangani pasien COVID-19.

"Jadi kita maksimal, dari tim dokter, tim medis, semua sudah bekerja secara maksimal," kata Nurdin.

Nurdin meminta seluruh masyarakat menjaga imunitas tubuh. "Kita berharap masyarakat menjaga imunitas tubuhnya. Sekali lagi saya menyampaikan, imunitas tubuh kita harus dijaga. Walaupun positif, belum tentu mereka berbahaya. Kita harus melawan ini, karena masa inkubasi 14 hari," ujarnya.

Menurutnya, melakukan isolasi diri merupakan jalan terbaik agar terhindar dari virus mematikan ini. Bagi yang sudah terjangkit virus corona ini, agar tidak menganggap COVID-19 sebagai aib keluarga atau pribadi.

"Isolasi mandiri itu jauh lebih baik. Jadi saya minta sekali lagi, korban meninggal disebabkan oleh COVID-19 itu bukan aib dan virus juga tidak menyebar kalau mereka udah dikuburkan," katanya.*
 

Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024