Kendari (ANTARA) - Loka Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (LRSLU) Minaula Kendari, Sulawesi Tengggara (Sultra), mencanangkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Kepala LRSLU Minaula Kendari Syamsuddin menjelaksan, pencanangan tersebut sebagai bentuk membangun integritas lingkup LRSLU Minaula. Ia mengungkpakan bahwa hal itu sesuai amanat Undang Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan bebas KKN.

"Kemudian sesuai Perpres Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang 2012-2025 , dan Permenpan Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas," katanya, Rabu.

Ia juga mengungkapkan, bahwa pihaknya telah melalukan pertemuan kepada selalu ASN lingkup ASN LRSLU Minaula Kendari pada Selasa (17/3). Pertemuan itu, kata dia, merupakan tindak lanjut pertemuan sebelumnya yang melibatkan  Ditjen Rehsos, Itjen Kemensos, Balai dan Loka Lingkup Ditjen Rehsos Kemsos RI dimana mengajak seluruh UPT siap untuk membangun ZI menuju WBK bahkan WBBM," katanya, di Kendari, Rabu.

"Rangkaian pertemuan itu, meliputi pemilihan dan pembentukan tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) yang menghasilkan Ketua, sekretaris dan anggota yg membidangi 6 area perubahan meliputi manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik," tuturnya.
  Suasana pertemuan seluruh ASN Lingkup LRSLU Minaula Kendari dalam pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). (ANTARA/Harianto)

Kemudian, lanjutnya, disamping itu disusun rencana kerja oleh tim pembangunan ZI hingga akhir tahun dan dalam rangka persiapan mencapai nilai melaui pelaksanaan yang terukur, membuat slogan budaya kerja yaitu Minaula dan pola pikir kreatif.

Selain itu, Syamsuddin menjelaskan penetapan ZI menuju WBK dan WBBM itu bagian dari mewujudkan komitmen pihaknya yang bebas dari korupsi, bersih dan melayani. Tidak hanya slogan, kata dia, tetapi dimulai integritas dalam diri ASN hingga ke institusi.

"Perubahan harus diterima, perubahan pasti terjadi. Maka tantangannya adalah bagaimana menyikapi sesuai eranya, SDM yang mumpuni serta berkomitmen" pungkasnya.

"Tindak lanjut pertemuan itu akan terus di kembangkan, melalui survei persepsi korupsi dengan melibatkan mitra kerja dan stakeholders yang selama ini dijalin, sosialisasi gratifikasi dan beberapa kegiatan lainnya dalam mewujudkan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM," tambahnya.

Pewarta : Muhammad Harianto
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024