Di Kendari, Babinsa jadi kader penyuluh pencegahan narkoba
Sabtu, 23 November 2019 15:56 WIB
Kepala BNN Kota Kendari Murniaty menjadi narasumber pada kegiatan pembentukan kader penyuluh Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dengan peserta Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 1417 Kendari. ANTARA/Sarjono
Kendari (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, bekerja sama dengan Kodim 1417 Kendari merealisasikan program pembentukan kader Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dari kalangan bintara pembina desa (babinsa).
Kepala BNN Kota Kendari Murniaty di Kendari, Sabtu, mengatakan bahwa babinsa yang bertugas di desa-desa memiliki koneksi dan jaringan informasi yang cukup untuk berperan serta mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Murniaty menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah berhenti membangun jaringan dalam rangka memperkuat komitmen mencegah narkoba.
BNN menargetkan semua lini menjadi perpanjangan tanggung jawab menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba.
Ia menegaskan bahwa narkoba dapat menyebabkan kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh vital, seperti jantung, paru-paru, hati, dan ginjal.
Baca juga: BNN tes urine prajurit Kodim Kendari
Sementara itu, Dandim 1417 Kendari Kolonel Inf. Alamsyah mengatakan bahwa TNI berkomitmen mencegah penyalahgunaan narkotika mulai dari lingkungan keluarga TNI, institusi, hingga lingkungan masyarakat demi generasi bangsa yang bermutu.
Setiap saat prajurit TNI, kata dia, tidak keberatan menjalani pemeriksaan urine guna memastikan ada atau tidak prajuirt yang menggunakan barang terlarang tersebut.
"Pemeriksaan urine bagi prajurit adalah upaya konkret mendukung pencegahan dan pemberantasan narkoba," kata Alamsyah.
Kodim 1417 Kendari menyambut baik program pembentukan kader penyuluh bahaya narkoba bagi personel babinsa yang keseharian bersentuhan dengan warga masyarakat di wilayah tugas mereka.
Ia berharap kemitraan BNN dengan Kodim 1417 Kendari tentang pencegahan narkoba berkelanjutan sebagai sarana memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Pembentukan kader penyuluh pencegahan narkoba dari kalangan babinsa, menurut dia, sebagai strategi tepat untuk terus menguatkan tekad memerangi penyalahguna dan peredaran gelap narkoba.
Bagi prajurit pada era modern ini, menurut dia, salah satu musuh yang harus diperangi adalah narkoba yang dapat menyelinap ke seluruh kalangan tanpa memandang jenis kelamin dan profesi yang efeknya merugikan pemakainya.
Kepala BNN Kota Kendari Murniaty di Kendari, Sabtu, mengatakan bahwa babinsa yang bertugas di desa-desa memiliki koneksi dan jaringan informasi yang cukup untuk berperan serta mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Murniaty menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah berhenti membangun jaringan dalam rangka memperkuat komitmen mencegah narkoba.
BNN menargetkan semua lini menjadi perpanjangan tanggung jawab menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba.
Ia menegaskan bahwa narkoba dapat menyebabkan kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh vital, seperti jantung, paru-paru, hati, dan ginjal.
Baca juga: BNN tes urine prajurit Kodim Kendari
Sementara itu, Dandim 1417 Kendari Kolonel Inf. Alamsyah mengatakan bahwa TNI berkomitmen mencegah penyalahgunaan narkotika mulai dari lingkungan keluarga TNI, institusi, hingga lingkungan masyarakat demi generasi bangsa yang bermutu.
Setiap saat prajurit TNI, kata dia, tidak keberatan menjalani pemeriksaan urine guna memastikan ada atau tidak prajuirt yang menggunakan barang terlarang tersebut.
"Pemeriksaan urine bagi prajurit adalah upaya konkret mendukung pencegahan dan pemberantasan narkoba," kata Alamsyah.
Kodim 1417 Kendari menyambut baik program pembentukan kader penyuluh bahaya narkoba bagi personel babinsa yang keseharian bersentuhan dengan warga masyarakat di wilayah tugas mereka.
Ia berharap kemitraan BNN dengan Kodim 1417 Kendari tentang pencegahan narkoba berkelanjutan sebagai sarana memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Pembentukan kader penyuluh pencegahan narkoba dari kalangan babinsa, menurut dia, sebagai strategi tepat untuk terus menguatkan tekad memerangi penyalahguna dan peredaran gelap narkoba.
Bagi prajurit pada era modern ini, menurut dia, salah satu musuh yang harus diperangi adalah narkoba yang dapat menyelinap ke seluruh kalangan tanpa memandang jenis kelamin dan profesi yang efeknya merugikan pemakainya.
Pewarta : Sarjono
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPTD temukan tiga sopir bus arus mudik positif narkoba saat tes urine di Terminal Puuwatu
17 March 2026 22:52 WIB
Kompolnas dorong Polri bongkar jejaring narkoba Kapolres Bima Kota nonaktif AKBP Didik
18 February 2026 11:03 WIB
Hukum kemarin , jaringan narkoba Internasional sampai kasus pesawat Smart Air
12 February 2026 8:41 WIB
BNNP Sultra bekuk 17 pengedar dan sita 11,7 kg narkotika jenis ganja dan sabu sepanjang 2025
30 December 2025 15:48 WIB
Terpopuler - Hukum & Politik
Lihat Juga
Polda Sultra periksa intensif Iptu AK dugaan pelanggaran etik perselingkuhan
24 March 2026 13:27 WIB
KPK sebut tersangka korpusi Yaqut Cholil jadi tahanan rumah merupakan strategi penyidikan
24 March 2026 9:08 WIB
Program MBG hingga satu juta rumah jadi andalan Prabowo Subianto dongkrak ekonomirakyat
22 March 2026 16:23 WIB
Ini penjelasan KPK terkait tersangka korupsi Yaqut Cholil Qoumas jadi tahanan rumah
22 March 2026 12:28 WIB
Kemenimipas beri remisi khusus Idul Fitri kepada 2.156 WBP yang berkelakuan baik di Sultra
21 March 2026 8:56 WIB