Lapan: seluruh wilayah Indonesia menyaksikan gerhana bulan sebagian Rabu
Selasa, 16 Juli 2019 22:34 WIB
Awal gerhana bulan sebagian pada dini hari (17/7/2019) diperkirakan dimulai pukul 01.43 WIB.
Tanjung Selor, Kalimantan Utar (ANTARA) - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebutkan secara umum wilayah seluruh Indonesia bisa mengamati gerhana bulan parsial atau sebagian pukul 03.01 WIB pada Rabu (17/7).
"Jadi secara umum wilayah seluruh Indonesia dini hari itu bisa mengamati gerhana tetapi hanya wilayah Jawa bagian Barat dan Sumatra yang bisa melihat gerhana mulai dari awal sampai dengan akhir, sedangkan wilayah lain Indonesia itu hanya mengamati awal gerhana saja," kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin saat dihubungi dari Kalimantan Utara, Selasa.
Ia menambahkan pada Selasa malam (16/7), terjadi purnama. Sementara, pada pukul 03.01 WIB Rabu (17/7) bulan purnama akan memasuki bayangan bumi, dan gerhana bulan sebagian mulai dapat disaksikan pada saat itu, dan berakhir pukul 05.59 WIB.
"Jadi gerhana dimulai 03.01 WIB, dimulai dari bagian sebelah kanan atas atau bagian Utara, kemudian puncak gerhana sebagian nanti sisi Utara dari purnama tersebut akan tergelapi oleh bayangan bumi, jadi sebagian dari purnama tersebut akan gelap dan ini akan berakhir pukul 05.59 WIB," jelasnya.
Gerhana bulan parsial sesungguhnya memiliki dampak fenomena alam yang sama seperti purnama, yakni memberikan dampak efek penguatan pasir surut air laut karena efek pasang surut dari gravitasi bulan diperkuat oleh gravitasi matahari. Pada saat itu, pasang air laut akan lebih tinggi dibandingkan rata-rata.
"Kalau pantainya itu landai maka air laut akan menghempas ke daratan lebih jauh dari biasanya tapi itu kondisi normal yang terjadi saat purnama demikian juga saat bulan baru," ujarnya.
Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa (Pussainsa) Lapan Emanuel Sungging Mumpuni mengatakan daerah Indonesia bagian Barat dapat menyaksikan sebagian besar atau seluruh tahapan gerhana bulan sebagian dari mulai masuk bayangan umbra pada pukul 03.01 WIB hingga keluar pada pukul 05.59 WIB pada Rabu (17/7).
Sedangkan daerah Tengah dan Timur Indonesia tidak mempunyai kesempatan untuk melihat bagian akhir gerhana karena bulan sudah keburu tenggelam.
"Durasi gerhana sebagian adalah 2 jam 58 menit," tambahnya.
Pada puncaknya, 65 persen piringan bulan memasuki bayang-bayang umbra bumi dan tampak merah padam. Puncak gerhana bulan parsial akan terjadi pada pukul 04.30 WIB.
"Jadi secara umum wilayah seluruh Indonesia dini hari itu bisa mengamati gerhana tetapi hanya wilayah Jawa bagian Barat dan Sumatra yang bisa melihat gerhana mulai dari awal sampai dengan akhir, sedangkan wilayah lain Indonesia itu hanya mengamati awal gerhana saja," kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin saat dihubungi dari Kalimantan Utara, Selasa.
Ia menambahkan pada Selasa malam (16/7), terjadi purnama. Sementara, pada pukul 03.01 WIB Rabu (17/7) bulan purnama akan memasuki bayangan bumi, dan gerhana bulan sebagian mulai dapat disaksikan pada saat itu, dan berakhir pukul 05.59 WIB.
"Jadi gerhana dimulai 03.01 WIB, dimulai dari bagian sebelah kanan atas atau bagian Utara, kemudian puncak gerhana sebagian nanti sisi Utara dari purnama tersebut akan tergelapi oleh bayangan bumi, jadi sebagian dari purnama tersebut akan gelap dan ini akan berakhir pukul 05.59 WIB," jelasnya.
Gerhana bulan parsial sesungguhnya memiliki dampak fenomena alam yang sama seperti purnama, yakni memberikan dampak efek penguatan pasir surut air laut karena efek pasang surut dari gravitasi bulan diperkuat oleh gravitasi matahari. Pada saat itu, pasang air laut akan lebih tinggi dibandingkan rata-rata.
"Kalau pantainya itu landai maka air laut akan menghempas ke daratan lebih jauh dari biasanya tapi itu kondisi normal yang terjadi saat purnama demikian juga saat bulan baru," ujarnya.
Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa (Pussainsa) Lapan Emanuel Sungging Mumpuni mengatakan daerah Indonesia bagian Barat dapat menyaksikan sebagian besar atau seluruh tahapan gerhana bulan sebagian dari mulai masuk bayangan umbra pada pukul 03.01 WIB hingga keluar pada pukul 05.59 WIB pada Rabu (17/7).
Sedangkan daerah Tengah dan Timur Indonesia tidak mempunyai kesempatan untuk melihat bagian akhir gerhana karena bulan sudah keburu tenggelam.
"Durasi gerhana sebagian adalah 2 jam 58 menit," tambahnya.
Pada puncaknya, 65 persen piringan bulan memasuki bayang-bayang umbra bumi dan tampak merah padam. Puncak gerhana bulan parsial akan terjadi pada pukul 04.30 WIB.
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Asmo Sulsel hadirkan promo "Honda Auto Keren" mudahkan kepemilikan motor di bulan April
09 April 2026 10:43 WIB
Pemprov Sultra dan Kemenhub fasilitasi 13.750 warga mudik gratis Lebaran 2026
17 March 2026 17:48 WIB
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
Pemerintah pusat kucurkan Rp10 miliar untuk warga terdampak banjir di Sulawesi Tenggara
12 May 2026 13:36 WIB
BPBD kerahkan personel evakuasi warga terdampak banjir luapan Kali Wanggu di Kendari
10 May 2026 14:04 WIB