Kendari (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu, di Kendari, mulai melakukan rapat pleno rekapitulasi perhitungan dan penetapan suara pemilu 2019.

Rapat pleno tersebut dipimpin oleh Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir Muthalib didampingi empat komisioner lainnya, Iwan Rompo, Ade Suerani, Almunardin dan Nato Alhaq kemudian Syafruddin (Sekertaris KPU Prov Sultra).

Hadir puma Hamiruddin Udu (Ketua Bawaslu Prov Sultra), Munsir Salam (Anggota Bawaslu Prov Sultra), Bahari (Anggota Bawaslu Prov Sultra), Ajmal Arif (Anggota Bawaslu Prov Sultra).

Kmudian Brigjen Pol Iriyanto (Kapolda Sultra), Brigjen TNI Aminullah (Kabinda Sultra), Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto, SE.M.Si (Danrem 143 HO), Karo Ops Polda Sultra, Dir Sabhara Polda Sultra, Dirintelkam Polda Sultra.

Para Ketua dan Anggota KPU Kab/Kota se-Sultra, para Ketua dan Anggota Bawaslu Kab/Kota se-Sultra, para Sekertaris KPU Kab/Kota se-Sultra, para saksi presiden, para saksi Calon Anggota DPD RI, para saksi Partai Politik Peserta Pemilu dan pemantau Pemilu.

Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir Muthalib, mengatakan KPU Prov Sultra selaku penyelenggara pemilu selalu memastikan seluruh tugas wewenang dan kewajiban yang melekat untuk bahu membahu menyelesaikan dengan baik setiap tahapan dengan baik.

"Di Sultra pada pemilu tahun 2019 sangat berbeda dimana pemilu saat ini sangat berat dengan 5 jenis Pemilihan sekaligus," katanya.

Dampak dari pemilu saat ini sangat dirasakan oleh penyelenggara ditingkat bawah yaitu KPPS yang bertugas non stop sampai dengan selesainya tahapan di TPS.

Di Sultra kata dia, telah kehilangan 5 personil penyelenggara KPPS akibat kelelahan dalam melaksanakan tugas di TPS.

"Terhadap penyelenggara KPPS sesungguhnya adalah penyelenggara utama sebagai mahkota pemilu sehingga hasil dari kerja mereka bisa dinikmati oleh penyelenggara di atasnya," ujarnya.

Ia mengapresiasi kerja dari aparat Pengamanan baik Polda Sultra, Danrem 143 HO, BIN, Danlanal, Danlanud atas partisipasinya membantu mensukseskan penyelenggaraan pemilihan umum tahun 2019 di Sulawesi Tenggara.

"Di Provinsi Sultra terjadi Pemungutan Suara Ulang di 62 TPS berdasarkan Rekomendasi dari Bawaslu Kab/Kota. Pemilu adalah pesta rakyat sehingga dengan pesta ini dapat memberikan pembelajaran demokrasi, sehingga terjadi perbaikan kualitas dari setiap penyelenggaraan pemilihan kepala daerah," katanya


Pewarta : Suparman
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024