Polisi persilahkan Ratna ajukan tahanan kota

Senin, 8 Oktober 2018 14:54 WIB

"Permohonan penahanan adalah hak tersangka. Jadi ..."
 
Jakarta (Antaranews Sultra) - Polda Metro Jaya mempersilahkan tersangka kebohongan publik Ratna Sarumpaet mengajukan permintaan penangguhan penahanan sebagai tahanan kota.

"Mengenai tahanan kota, permohonan penahanan adalah hak tersangka. Jadi silahkan mengajukan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi, Argo Yuwono di Jakarta, Senin.

Kombes Argo mengatakan penyidik Polda Metro Jaya yang berwenang untuk mengabulkan status tahanan kota atau tidak kepada Ratna Sarumpaet.

"Penyidik yang akan menilai tapi permohonan silahkan diajukan," ujar Argo.

Sebelumnya, pengacara Ratna Sarumpaet, Insank Nasrudin akan mengajukan permintaan status tahanan kota kliennya dengan jaminan keluarga ke penyidik Polda Metro Jaya pada Senin.

Insank menyebutkan pertimbangan pengajuan tahanan kota lantaran faktor kemanusian terhadap Ratna yang telah memasuki usia lanjut sehingga kesulitan beraktivitas di ruang tahanan.

Insank juga menjamin kliennya tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti maupun mengulang tindak pidana lainnya yang menjadi pertimbangan subyektif penyidik kepolisian menahan Ratna.

Insank menegaskan Ratna tidak berniat melarikan diri saat akan berangkat ke Chile kemudian ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten. Rencana keberangkatan ke Chile itu karena memenuhi undangan acara kebudayaan internasional dengan anggaran antara lain dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai sponsor.

Penyidik Polda Metro Jaya telah memutuskan untuk menahan Ratna selama 20 hari berdasarkan surat nomor: SPhan/925/10/2018 Dit.Reskrimum Polda Metro Jaya tertanggal 5 Oktober 2018.

Awalnya, beredar kabar aktivis Ratna Sarumpaet menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang tidak dikenal di sekitar Bandara Husein Sastranegara Bandung Jawa Barat pada 21 September 2018.

Ratna mengaku dianiaya sejumlah orang usai menghadiri pertemuan internasional bersama dua rekannya warga negara asing saat menuju Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Namun, aparat kepolisian menyatakan tidak menemukan fakta, saksi maupun informasi terkait penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet. Kemudian Ratna memohon maaf lantaran telah menyampaikan kebohongan terkait dengan informasi pengeroyokan tersebut.

Penyidik Polda Metro Jaya menangkap Ratna saat akan terbang ke Chile di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang ,Banten pada Kamis (4/10). Saat ini, Ratna berstatus tersangka dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca juga: Pengacara segera ajukan tahanan kota Ratna Sarumpaet Senin
Baca juga: DKI jelaskan permintaan Ratna Sarumpaet untuk disponsori ke Chili
 

Pewarta : Taufik Ridwan
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024

Terkait

Tahanan Rutan Bareskrim isi Ramadhan dengan Shalat Taraweh berjamaah

12 March 2024 17:33 Wib

KPK memfasilitasi kebaktian Natal bagi 24 tahanan kasus korupsi

26 December 2023 7:17 Wib

Rutan Kolaka gandeng TNI-Polri geledah ruang tahanan

28 November 2023 17:55 Wib

Hamas dan Israel sepakat pertukaran sandera-tahanan

25 November 2023 8:40 Wib

Eks wali kota Kendari Sulkarnain beralih status menjadi tahanan kota

05 October 2023 17:08 Wib
Terpopuler

DJP Sulselbartra serahkan tersangka penggelapan pajak tambang ke Kejati Sultra

Hukum & Politik - 25 April 2024 13:20 Wib

Konferensi SeaBRnet ke-15 resmi dibuka di Wakatobi

Seputar Sultra - 30 April 2024 12:18 Wib

Pelita Air resmi buka penerbangan langsung Kendari-Jakarta

Ekonomi - 25 April 2024 14:07 Wib

Pembukaan SeaBRnet ke-15 di Wakatobi

Budaya & Pariwisata - 30 April 2024 13:14 Wib

KPU Mubar terima anggaran Pilkada 40 persen dari Pemda

Hukum & Politik - 25 April 2024 14:20 Wib