Sultra pantau 10 komoditas unggulan
Rabu, 23 Mei 2018 13:40 WIB
ilustrasi
Kendari (Antaranews Sultra) - Dinas Perkebunan dan Hortikultura (Disbunhorti) Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga saat ini tetap memantau 10 komoditas unggulan sektor perkebunan di sejumlah pasar tradisional maupun pasar induk di daerah ini.
Kepala Seksi Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Sultra, Akbar Effendi di Kendari, Rabu mengatakan sejauh ini 10 komoditi unggulan itu harganya masih tergolong normal.
"Bila ada pergerakan harga di pasaran setiap hari adalah hal yang biasa karena sudah menjadi mekanisme pasar antara pedagang dan pembeli," ujarnya.
Ia mengatakan, dari 10 komoditas unggulan perkebunan itu yakni, kakao, jambu mete, lada putih, cengkeh, kelapa, aren, sagu, pala, kemiri dan pinang.
Disebutkan bahwa, hingga minggu ketiga Mei 2018 ini harga kakao masih berkisar antara Rp32.000 di tingkat petani produsen dan Rp34.000 hingga 36.000 per kilogram di tingkat pedagang pengumpul dan pedagang pengecer.
Begitu pula dengan harga jambu mete, untuk mete gelondongan saat ini tidak ada di pasaran karena musim sudah berlalu kecuali kacang mete yang kini masih berkisar antara Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram tergantung dari kualitas olahannya.
Sementara lada putih seharga antara Rp45.000 di tingkat petani produsen sedangkan di tingkat pedagang pengumpul dan pedagang pengecer antara Rp55.000 hingga ada yang menjual Rp70.000 per kilogramnya.
"Khusus cengkih, selama satu bulan terakhir ini menghilang di pasaran, karena musim panen sudah lama berakhir dan diperkirakan antara September dan Oktober baru ada yang mulai panen," ujar Akbar.
Ia juga menyebutkan bahwa beberapa komoditi perkebunan di tingkat pengecer cenderung alami kenaikan selama Ramadhan, khususnya kelapa muda maupun kelapa kering parut dan gula aren sebab masyarakat membutuhkan saat puasa ini.
"Biasanya di tingkat petani produsen harganya masih tetap, namun setelah tiba di tingkat pasaran pengecer, pedagang secara diam-diam menaikkan karena permintaan konsumen naik pasca puasa," ujarnya.
Disebutkannya bahwa harga gula aren yang biasanya hanya Rp15.000-Rp16.000 per kilogram di petani, namun di pedagang pengecer menjual dengan harga Rp21.000-Rp22.500 per kilogram dan kelapa muda maupun kelapa kering parut dari Rp5.000 per biji naik hingga Rp8.500 hingg Rp10.000 per biji di pengecer.
Kepala Seksi Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Sultra, Akbar Effendi di Kendari, Rabu mengatakan sejauh ini 10 komoditi unggulan itu harganya masih tergolong normal.
"Bila ada pergerakan harga di pasaran setiap hari adalah hal yang biasa karena sudah menjadi mekanisme pasar antara pedagang dan pembeli," ujarnya.
Ia mengatakan, dari 10 komoditas unggulan perkebunan itu yakni, kakao, jambu mete, lada putih, cengkeh, kelapa, aren, sagu, pala, kemiri dan pinang.
Disebutkan bahwa, hingga minggu ketiga Mei 2018 ini harga kakao masih berkisar antara Rp32.000 di tingkat petani produsen dan Rp34.000 hingga 36.000 per kilogram di tingkat pedagang pengumpul dan pedagang pengecer.
Begitu pula dengan harga jambu mete, untuk mete gelondongan saat ini tidak ada di pasaran karena musim sudah berlalu kecuali kacang mete yang kini masih berkisar antara Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram tergantung dari kualitas olahannya.
Sementara lada putih seharga antara Rp45.000 di tingkat petani produsen sedangkan di tingkat pedagang pengumpul dan pedagang pengecer antara Rp55.000 hingga ada yang menjual Rp70.000 per kilogramnya.
"Khusus cengkih, selama satu bulan terakhir ini menghilang di pasaran, karena musim panen sudah lama berakhir dan diperkirakan antara September dan Oktober baru ada yang mulai panen," ujar Akbar.
Ia juga menyebutkan bahwa beberapa komoditi perkebunan di tingkat pengecer cenderung alami kenaikan selama Ramadhan, khususnya kelapa muda maupun kelapa kering parut dan gula aren sebab masyarakat membutuhkan saat puasa ini.
"Biasanya di tingkat petani produsen harganya masih tetap, namun setelah tiba di tingkat pasaran pengecer, pedagang secara diam-diam menaikkan karena permintaan konsumen naik pasca puasa," ujarnya.
Disebutkannya bahwa harga gula aren yang biasanya hanya Rp15.000-Rp16.000 per kilogram di petani, namun di pedagang pengecer menjual dengan harga Rp21.000-Rp22.500 per kilogram dan kelapa muda maupun kelapa kering parut dari Rp5.000 per biji naik hingga Rp8.500 hingg Rp10.000 per biji di pengecer.
Pewarta : Abdul Azis Senong
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PIHPS catat kenaikan harga sejumlah komoditas, cabai rawit dan telur ayam naik
05 November 2025 10:35 WIB
Harga pangan nasional: Cabai rawit dan beberapa komoditas turun, beras premium naik
06 October 2025 12:23 WIB
Gubernur optimis Bank Sultra dapat berperan dukung hilirisasi komoditas perkebunan
25 September 2025 20:17 WIB