2018, Antam Mulai Beroperasi di Konawe Utara
Kamis, 21 Desember 2017 13:09 WIB
Jajaran Direksi Antam saat melakukan silaturahmi bersama pemangku kepentingan di Kabupaten konawe Utara terkait rencana pengoperasian perusahaan itu pada 2018. (foto Antara/Darwis Sarkani)
Kolaka, Antara Sultra - PT.Antam Tbk UBPN Sultra yang memiliki IUP seluas 16,920 hektar di Kabupaten Konawe Utara akan memulai beroperasi pada Maret 2018.
Vivere Presiden HC dan CSR Antam,Kamsi bersama beberapa jajaran pejabat perusahaan itu mengatakan sebelum melakukan operasi di wilayah Konawe Utara,pihak perusahaan melakukan pertemuan dengan semua pemangku kepentingan.
"Kita melakukan silaturahmi kepada semua pemangku kepentingan di Konawe Utara termasuk masyarakat setempat," katanya.
Sementara PR Asisten Manajer Antam yang ikut dalam rombongan,Dedy Supriadi menjelaskan kunjungan yang dilakukan ini untuk membangun kemitraan positif antara perusahaan dan pemangku kepentingan terkait rencana pengoperasian tambang nikel di Konawe Utara.
"Kunjungan ini untuk menjadi kemitraan antara Antam dan stakeholder khususnya masyarakat desa Molawe sebagai ring satu perusahaan," katanya.
Menurutnya sebagai perusahaan negara, Antam harus didukung oleh semua stakeholder termasuk aparat pemerintah daerah dan sebagai wujud keseriusan Antam dalam berinvestasi harus membangun hubungan yang positif.
Dengan dukungan ini kata Dedy menjadi modal utama Antam dalam mengembangkan investasi pertambangan di Kabupaten Konawe Utara khususnya masyarakat desa Molawe.
"Kami berharap dengan beroperasinya Antam di Konut bisa membantu menyejahterakan serta mengembangkan ekonomi masyarakat," jelas Dedy.
Vivere Presiden HC dan CSR Antam,Kamsi bersama beberapa jajaran pejabat perusahaan itu mengatakan sebelum melakukan operasi di wilayah Konawe Utara,pihak perusahaan melakukan pertemuan dengan semua pemangku kepentingan.
"Kita melakukan silaturahmi kepada semua pemangku kepentingan di Konawe Utara termasuk masyarakat setempat," katanya.
Sementara PR Asisten Manajer Antam yang ikut dalam rombongan,Dedy Supriadi menjelaskan kunjungan yang dilakukan ini untuk membangun kemitraan positif antara perusahaan dan pemangku kepentingan terkait rencana pengoperasian tambang nikel di Konawe Utara.
"Kunjungan ini untuk menjadi kemitraan antara Antam dan stakeholder khususnya masyarakat desa Molawe sebagai ring satu perusahaan," katanya.
Menurutnya sebagai perusahaan negara, Antam harus didukung oleh semua stakeholder termasuk aparat pemerintah daerah dan sebagai wujud keseriusan Antam dalam berinvestasi harus membangun hubungan yang positif.
Dengan dukungan ini kata Dedy menjadi modal utama Antam dalam mengembangkan investasi pertambangan di Kabupaten Konawe Utara khususnya masyarakat desa Molawe.
"Kami berharap dengan beroperasinya Antam di Konut bisa membantu menyejahterakan serta mengembangkan ekonomi masyarakat," jelas Dedy.
Pewarta : Darwis Sarkani
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejari Konawe tetapkan eks Sekretaris KPU Konut tersangka korupsi dana hibah
10 December 2025 7:39 WIB
Gubernur Sultra normalisasi akses pasca-banjir melalui Jembatan Bailey di Konut
26 July 2025 7:22 WIB