Kendari Cairkan Rp10 Miliar Anggaran Pilkada
Jumat, 3 Juni 2016 0:53 WIB
Kendari (Antara News) - Pemerintah Kota Kendari sudah mencairkan anggaran Rp10 miliar untuk biaya proses pemilihan kepala daerah (pilkada) 2017.
"Dari Rp19,3 miliar anggaran Pilkada Kendari berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) anggaran pilkada 2017 yang telah ditandatangani Pemkot bersama KPUD Kendari, kami sudah mencairkan Rp10 miliar," kata kepala Badan Pengelolaan keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kendari, Fatmawaty Faqih di Kendari, Kamis.
Ia mengatakan, total dana hibah Pemkot Kendari kepada KPU setempat dalam NPHD tersebut merupakan hasil pembahasan bersama yang disetujui DPRD Kendari. "Kami cairkan bertahap, pada perubahan anggaran tahun ini kami akan cairkan lagi Rp300 juta dan pada APBD induk 2017 dicairkan Rp9 miliar," katanya.
Dia mengatakan dengan pencairan anggaran tersebut maka KPUD Kendari sudah bisa melaksanakan berbagai tahapan pilkada sesuai jadwal yang ada. "Dana ini harus digunakan sebaik-baiknya. Harus belajar dari masa lalu, jangan sampai masalah akuntabilitas pertanggung jawaban keuangan pilwali sebelumnya kembali terjadi," katanya.
Menurut dia, berbicara penggunaan anggaran pemerintah, harus jelas pertanggungjawabannya, karena pada dasarnya satu sen pun tidak boleh tekor. Harus diketahui kemana dan di mana anggaran itu digunakan.
"Dari Rp19,3 miliar anggaran Pilkada Kendari berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) anggaran pilkada 2017 yang telah ditandatangani Pemkot bersama KPUD Kendari, kami sudah mencairkan Rp10 miliar," kata kepala Badan Pengelolaan keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kendari, Fatmawaty Faqih di Kendari, Kamis.
Ia mengatakan, total dana hibah Pemkot Kendari kepada KPU setempat dalam NPHD tersebut merupakan hasil pembahasan bersama yang disetujui DPRD Kendari. "Kami cairkan bertahap, pada perubahan anggaran tahun ini kami akan cairkan lagi Rp300 juta dan pada APBD induk 2017 dicairkan Rp9 miliar," katanya.
Dia mengatakan dengan pencairan anggaran tersebut maka KPUD Kendari sudah bisa melaksanakan berbagai tahapan pilkada sesuai jadwal yang ada. "Dana ini harus digunakan sebaik-baiknya. Harus belajar dari masa lalu, jangan sampai masalah akuntabilitas pertanggung jawaban keuangan pilwali sebelumnya kembali terjadi," katanya.
Menurut dia, berbicara penggunaan anggaran pemerintah, harus jelas pertanggungjawabannya, karena pada dasarnya satu sen pun tidak boleh tekor. Harus diketahui kemana dan di mana anggaran itu digunakan.
Pewarta : Suparman
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenag janjikan insentif guru non-ASN untuk RA dan madrasah cair Juni 2025
07 May 2025 10:45 WIB, 2025
THR untuk ASN-TNI-Polri cair tanggal 17 Maret dan gaji ke-13 pada Juni 2025
12 March 2025 8:21 WIB, 2025
Mentan RI berharap tambahan anggaran Bulog dapat cair dalam waktu singkat
09 February 2025 16:08 WIB, 2025
Terpopuler, bansos yang cair Desember sampai Korsel darurat militer
04 December 2024 11:01 WIB, 2024
Dirut Pertamina Nicke Widyawati diperiksa KPK terkait dugaan korupsi pengadaan gas alam cair LNG
26 October 2023 18:07 WIB, 2023
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
PT CNI percepat mitigasi lingkungan dan perkuat sinergi masyarakat di Lapao-pao Kolaka
06 May 2026 18:45 WIB
PT Dahana lakukan peledakan perdana pengelolaan kuari di IUP PT BGR Buton Tengah
05 May 2026 14:45 WIB
BMKG imbau warga agar Wlwaspadai hujan lebat disertai angin kencang di 15 wilayah Sultra
05 May 2026 14:23 WIB