Bombana  (Antara News) - Petani di dua desa di Kecamatan Kabaena Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sutra), menikmati harga hasil panen biji jambu mete yang telah berlangsung sejak September 2014.

Lukman Madiri (50), salah seorang petani di Bombana, Minggu mengatakan, harga jambu mete yang lebih tinggi daripada harga tahun-tahun sebelumnya membuat para petani antusias memanen biji jambu metenya.

"Saat ini harga biji mete mencapai Rp10 ribu per kilogram, bulan sebelumnya pernah mencapai Rp12.500," tutur Lukman, mantan Kepala Desa Tirongkotua.

Disamping tingginya harga jambu mete per kilogram tersebut lanjut Lukman, antusias memanen hasil juga ditunjang dengan buah biji jambu mete yang amat melimpah.

"Karena melimpahnya buah mete tahun ini, pemilik kebun harus mengupah karyawan untuk membantu memungut biji jambu mete yang jatu di sekitar pohon," imbuhnya.

Saiful (35), juga salah seorang petani menyebutkan, rata-rata petani dapat memungut hingga 60 kilogram jambu mete per hari per kebun.

Di Desa Tringkotua dan desa Rahadopi, ada sebanyak 140 kepala keluarga memiliki minimal areal perkebunan mete 3 sampai 7 hektare kebun jambu mete.

"Tiap lahan kebun jambu mete menghasilkan 60 kilogram per hari sejak Awal September 2014," ujarnya.

Bahkan kata dia, sebagian besar pemilik kebun mengupah buruh untuk memanen jambu mete dan mampu memungut hingga 100-150 kilogram per hari.

"Artinya rata-rata pendapatan keluarga di musim jambu mete kali ini dapat mencapai Rp1 juta per hari," imbuhnya.

Oleh karena melimpahnya rezeki yang dimulai dari panen cengkeh, kemudian menyusul buah jambu mete, maka warga desa Tirongkotua akan menggelar doa tasyakuran.

"Allah SWT memberikan limpahan rahmat dan rezeki melimpah khususnya kepada warga pemilik kebun jambu mete, sehingga kami akan mengadakan doa syukuran," ujar Kepala Desa Tirongkotua, Aluddin.


Pewarta : Jumrad
Editor : Abdul Azis Senong
Copyright © ANTARA 2024