Kendari  (Antara) - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Romahurmuzy menggelar rapat konsolidasi pengurus dan kader menyikapi dinamika yang berkembang akhir-akhir ini.

Wakil Ketua Umum DPP PPP Amir Uskura di Kendari, Sabtu dalam pengarahannya mengatakan kondisi politik yang menerpa partai berlambang Kabah adalah ujian bagi pengurus dan kader.

"PPP adalah organisasi partai politik kawakan di negeri ini. Partai bertabur kader handal sehingga wajar kalau menemui tantangan sebagai ujian bagi kadernya," kata Amir, Wakil Ketua DPP PPP membidangi pemenangan.

Oleh karena itu, ia mengimbau jajaran pengurus dan kader PPP untuk memegang teguh komitmen mengabdi kepada negara kesatuan dan rakyat.

"Kondisi PPP hari ini menarik perhatian publik. Mari kita jadikan pemicu untuk membesarkan partai di masa-masa mendatang," katanya.

Muktamar PPP yang digelar di Surabaya 15 Oktober 2014 sah berdasarkan AD/ART partai sehingga jangan terprovokasi dengan berbagai upaya yang bermaksud memecah belah keutuhan organisasi.

Terhadap muktamar yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu tidak perlu dirisaukan karena tidak penting bagi kemajuan partai, katanya.

"Yang pasti bahwa Muktamar PPP di Surabaya yang menetapkan Romahurmuzy sebagai Ketua Umum DPP PPP diakui oleh negara menyusul keluarnya surat keputusan dari Kementerian Hukum dan HAM," ujarnya.

Ketua PPP Sultra Abdul Rasyid Sawal mengatakan pengurus dan kader terus berpikir bagaimana menjadikan partai lebih maju di masa-masa mendatang.

"Energi yang ada lebih baik dicurahkan untuk memajukan partai. PPP memiliki historis penting seiring dengan perjalanan bangsa," kata Rasyid yang juga anggota DPRD Sultra.

Anggota DPR RI Amirul Tamim mengimbau jajaran pengurus dan kader menyamakan persepsi membangun partai sehingga ke depan lebih baik untuk kepentingan bangsa dan rakyat.

"Sebagai kader tentu prihatin dengan dinamika politik di partai hari ini namun kita tidak boleh larut. Mari berpikir untuk kemajuan partai," kata Amirul, mantan Walikota Bau Bau dua periode.


Pewarta : Sarjono
Editor : Abdul Azis Senong
Copyright © ANTARA 2026