Bombana,  (Antara News) - Kepulauan Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, dinilai sangat layak dijadikan salah satu daerah otonomi baru (DOB) di jazirah sulawesi.

Ketua Tim Kajian Akademis Pemekaran Kabaena, DR Marzuki Suwandi mengatakan, di Bombana, Kamis, yang menjadi pertimbangan sehingga Kabaena layak menjadi DOB diantaranya adalah aspek historis yang mana sejak zaman kerajaan, wilayah Bombana dibagi menjadi tiga pusat pemerintahan yaitu Poleang, Rumbia dan Kabaena.

"Aspek jarak Kepulauan Kabaena dengan ibukota kabupaten Bombana, cukup jauh dan hanya dapat dijangkau dengan menggunakan transportasi laut," tutur Marsuki pada seminar akademis Calon Kabupaten Kepulauan Kabaena.

Selain itu kata Marsuki, Kepulauan Kabaena sesuai dengan ketentuan perundang-undangan telah memenuhi syarat untuk dimekarkan sebab jumlah kecamatannya sudah mencukupi, dukungan pertumbuhan penduduk, aspek potensi keuangan daerah.

"Potensi pertambangan, Pariwisata, agroindustri, agrobisnis serta aspek strategis pembangunan wilayah juga menjadi bahan pertimbangan," tambah Marzuki.

Dari aspek sarana dan prasarana pendukung wilayah seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, perdagangan pertanian dan energi serta dukungan politik yaitu telah adanya persetujuan pemekaran dari DPRD Bombana, juga menjadi faktor pertimbangan penting.

Lebih jauh, Marzuki menyebutkan dari sektor pendapatan, Kepulauan Kabaena diproyeksi mendapatkan Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp4 miliar lebih pertahun dengan cakupan sektor pertanian dalam artian luas, perkebunan, kehutanan, pertambangan, jasa dan perdagangan.

"Sementara Product Domestic Regional Bruto (PDRB) menurut lapangan usaha ber berdasarkan harga konstan mencapai Rp456, 873 juta," imbuh Marzuki.

Seminar kajian akademis calon Kabupaten Kabaena terselenggara atas kerjasama Pemkab Bombana dengan pihak Panitia Pemekaran.

"Hasil seminar kajian ini, akan dijadikan acuan oleh Pemkab Bombana untuk memperoleh rekomendasi atau persetujuan pemekaran dari bupati," kata Asisten Tata Pemerintahan Pemkab Bombana, Drs Rusman.

Sementara itu, Wakil bupati Bombana Ir Hj Masyhura Illadamai yang juga merupakan ketua panitia pemekaran kabupaten kepulauan kabaena, menyatakan menyambut positif atas diadakannya seminar atas hasil tinjauan akademi rencana pembentukan DOB di Bombana.

Seminar tersebut juga dihadiri semua kepala desa, lurah, camat, badan permusyawaratan desa se Pulau Kabaena.

Pewarta : Jumrad
Editor :
Copyright © ANTARA 2026