Sopir truk tersebut, Boy (35) di Kolaka, Senin, mengatakan, saat melakukan pendakian jalan tikungan, tiba-tiba mesin mobil itu mati, sehingga kendaraan truk tersebut mundur ke belakang hingga terperosok dalam selokan.
"Beruntung saya masih bisa mengendalikan mobil ini, sehingga tidak sampai jatuh ke jurang," katanya, seraya menambahkan, batu bara milik PT.Multiguna Mining Sejahtera (MMS) yang berpusat di Pomalaa terpaksa harus diangkut mobil truk lain.
Sementara Direktur Utama PT. MMS, Syamsuddin yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengatakan, batu bara tersebut berasal dari Kalimantan dan dimuat melalui Pelabuhan PT.Dharma Rosadi International (DRI) di Pomalaa tujuan Desa Sonai.
"Batu bara itu diperuntukkan bagi pembangunan pabrik nikel baru di Kabupaten Konawe," katanya.
Syamsuddin juga menyayangkan pihak pemilik batu bara yang berada di Kalimantan itu tidak melakukan kontrak kerja bersama PT.MMS, sehingga pengangkutan batu bara itu dilakukan secara serampangan. "Kami hanya melayani pengangkutan materialnya saja sekitar 1000 ret," ujarnya.