Kendari (Antara News) - Harga penjualan ayam kampung di sejumlah pasar tradisional di Kota Kendari menyambut perayaan Idul Fitri 1434 Hijriah melambung, antara lain ayam jantan ukuran kecil dijual Rp50.000 - Rp55.000 per ekor, ukuran sedang Rp90.000 dan ukuran besar Rp120.000-Rp160.000.
Sedangkan ayam betina ukuran kecil dijual Rp35.000-Rp40.000, ukuran sedang seharga Rp45.000-Rp50.000 dan ukuran besar seharga Rp50.000 per ekor.
Pedagang pengumpul harus mencari ayam kampung hingga ke wilayah pelosok desa untuk melayani permintaan konsumen menyambut hari raya Idul Fitri.
"Kami tidak repot membawa ternak ayam kampung ke pasar karena pedagang pengumpul yang mencari ayam. Ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu," kata peternak ayam kampung, Dede (24) warga transmigrasi UPT Arongo, Kabupaten Konawe Selatan.
Penghasilan dari menjual ternak ayam dapat menutupi belanja kebutuhan menyambut Idul Fitri yang akan berlangsung besok Kamis (8/8) 2013. "Ya, tidak seberapa hasil dari penjualan ayam tetapi dapat menutupi belanja kebutuhan menyambut hari Raya Kemenangan ," katanya.
Pedagang pengumpul ayam kampung lainnya, Doni (27) mengatakan permintaan ayam kampung jelang Idul Fitri di sejumlah pasar tradisional di Kota Kendari meningkat.
"Biasa, kalau Idul Fitri peminat ayam kampung meningkat. Ini berkah bagi pedagang ayam kampung maupun peternak ayam," katanya.
Seorang pembeli ayam kampung, Wanna (34) mengakui penjualan ayam kampung menjelang Idul Fitri melambung tetapi tidak menyurutkan minat pembeli. "Belanja ayam kampung pada hari Idul Fitri sudah menjadi kebiasaan. Rasa-rasanya tidak lengkap kalau tanpa ayam kampung," katanya.
Sementara penjualan ayam potong juga tidak kalah peminat dengan harga bervariasi antara Rp60.000 hingga Rp80.000 per ekor. Sedangkan daging sapi segar dijual bervariasi seharga Rp70.000 hingga Rp90.000 per kilogram.
Sedangkan ayam betina ukuran kecil dijual Rp35.000-Rp40.000, ukuran sedang seharga Rp45.000-Rp50.000 dan ukuran besar seharga Rp50.000 per ekor.
Pedagang pengumpul harus mencari ayam kampung hingga ke wilayah pelosok desa untuk melayani permintaan konsumen menyambut hari raya Idul Fitri.
"Kami tidak repot membawa ternak ayam kampung ke pasar karena pedagang pengumpul yang mencari ayam. Ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu," kata peternak ayam kampung, Dede (24) warga transmigrasi UPT Arongo, Kabupaten Konawe Selatan.
Penghasilan dari menjual ternak ayam dapat menutupi belanja kebutuhan menyambut Idul Fitri yang akan berlangsung besok Kamis (8/8) 2013. "Ya, tidak seberapa hasil dari penjualan ayam tetapi dapat menutupi belanja kebutuhan menyambut hari Raya Kemenangan ," katanya.
Pedagang pengumpul ayam kampung lainnya, Doni (27) mengatakan permintaan ayam kampung jelang Idul Fitri di sejumlah pasar tradisional di Kota Kendari meningkat.
"Biasa, kalau Idul Fitri peminat ayam kampung meningkat. Ini berkah bagi pedagang ayam kampung maupun peternak ayam," katanya.
Seorang pembeli ayam kampung, Wanna (34) mengakui penjualan ayam kampung menjelang Idul Fitri melambung tetapi tidak menyurutkan minat pembeli. "Belanja ayam kampung pada hari Idul Fitri sudah menjadi kebiasaan. Rasa-rasanya tidak lengkap kalau tanpa ayam kampung," katanya.
Sementara penjualan ayam potong juga tidak kalah peminat dengan harga bervariasi antara Rp60.000 hingga Rp80.000 per ekor. Sedangkan daging sapi segar dijual bervariasi seharga Rp70.000 hingga Rp90.000 per kilogram.