Kendari (ANTARA News) - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjual minyak tanah murah kepada warga di daerah itu.

Disperindakop Kendari menyiapkan minyak tanah murah sebanyak 50.000 liter yang diperuntukan bagi warga kota ini selama bulan Ramadhan.

Kepala Disperindagkop Kota Kendari, Syam Alam, di Kendari, Rabu mengatakan, minyak tanah itu disalurkan ke masyarakat melalui pasar murah yang dilakukan pada sepuluh titik di sepuluh kecamatan se-kota Kendari.

"Minyak tanah yang kita berikan kepada warga ini merupakan kerja sama kita dengan pihak Pertamina," kata Syam Alam.

Ia mengatakan, minyak tanah tersebut dijual seharga Rp3.000 per liter kepada warga, sangat berbeda dengan harga minyak tanah di pengecer yang mencapai Rp5.000 sampai Rp6.000 per liter.

"Jelas dengan harga ini, sangat membantu warga, khususnya bagi warga yang masih menggantungkan aktivitas memasak mereka dengan menggunakan minyak tanah," ujarnya.

Kata Syam Alam, setiap kecamatan dijatah sebanyak 5.000 liter, sehingga untuk 10 kecamatan jumlahnya 50 ribu liter.

Menurutnya, agar warga bisa kebagian semua, maka dilakukan pembatasan pembelian kepada warga, yakni setiap warga hanya diberi jatah sebesar 10 liter dengan membayar Rp30 ribu.

"Tetapi ketika semua sudah kebagian, maka warga yang ingin membeli lebih dipersilakan sampai jatah untuk satu kecamatan habis," ujarnya.

Menurut Syam Alam, meski pun dijual dengan harga Rp300 per liter, tetapi pihaknya tidak rugi karena ada diskon harga saat membeli di Pertamina yang dilakukan melalui kerja sama antara Wali Kota Kendari bersama pihak Pertamina.

"Yang terpenting, kita bisa membantu dan meringankan beban warga kita terutama bagi mereka yang menggunakan minyak tanah untuk aktivitas di dapur, karena selama ini mereka membeli minyak tanah di pengecer dengan harga yang lumayan mahal," pungkasnya.***5***

(T.PSO-299) 10-08-2011



NNNN



(T.pso-299/B/N005/N005) 10-08-2011 15:36:33

Pewarta : Suparman
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026