Sinar Mas wakaf 5.000 mushaf Alquran ke NU

id alquran, sinar mas, nu

Ilustrasi--Pengunjung memperhatikan Al Quran yang ditulis tangan pada pameran peradaban Islam di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB di Mataram, Selasa (6/6/2017). Alquran tulis tangan yang berasal dari Dusun Sade, Desa Rambitan Lombok Tengah tersebut berbahan kertas ditulis menggunakan tinta Cina dimana pada surat Al Fatihah dan surat Al Baqarah diberi hiasan illiminasi motif garis-garis segi tiga dan geometris dengan warna alam merah kuning dan hijau. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Jakarta (ANTARA News) - Sinar Mas dengan dukungan Asia Pulp and Paper Sinar Mas mewakafkan 5.000 mushaf Al Quran kepada Nahdlatul Ulama Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama).

"Kegiatan wakaf adalah komitmen kami mendukung langkah pemerintah memperluas ketersediaan Al Quran di masyarakat," kata Managing Director Sinar Mas Saleh Husin lewat keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Sejak 2008 hingga kini, Saleh mengatakan APP Sinar Mas telah mendonasikan lebih dari 500 ribu mushaf Al Quran beserta buku panduan membaca Al Quran, Juz Amma serta donasi Al Quran Braille bagi tuna netra.

Pada 2017, kata dia, Sinar Mas berencana mewakafkan hingga 100 ribu mushaf. Khusus di bulan Ramadhan intensitas kegiatan wakaf selalu ditingkatkan menggandeng lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, sosial serta potensi masyarakat lainnya.

Menurut dia, seluruh Al Quran yang diwakafkan dibuat menggunakan Sinar Tech atau yang lebih dikenal sebagai Quran Paper (QPP), jenis kertas yang dikembangkan APP melalui PT Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk Tangerang.

"Proses produksi QPP telah memenuhi kaedah kehalalan yang tersertifikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI)," kata dia.

Dia mengatakan kemitraan Sinar Mas dengan NU selama ini berupaya meningkatkan kualitas hidup dan ibadah warga nahdliyin dan masyarakat luas pada umumnya.

"Dari sisi kami, bentuknya mengedepankan apa yang selama ini terkait dengan produk dan jasa yang kami sediakan," kata dia.

Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar