Polisi dalami kasus tendangan terbang oknum Satpol PP Bogor

id Tendangan terbang satpol pp, kabupaten bogor, tendang mahasiswa

Kekisruhan antara Satpol PP dengan mahasiswa pendemo di Kawasan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor. (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Cibinong, Bogor (ANTARA) - Polres Bogor Polda, Jawa Barat, mendalami kasus tendangan terbang oleh oknum Satpol PP Kabupaten Bogor kepada mahasiswa saat berdemo di Kawasan Tegar Beriman, Cibinong, Bogor.

"Kami telah menerima laporan polisi dari korban yang melakukan aksi (demo) kemarin, dan saat ini kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy melalui pesan tertulisnya, Jumat.

Baca juga: Satpol PP Bogor minta maaf usai anggotanya tendang mahasiswa

Aksi brutal oknum Satpol PP Kabupaten Bogor saat membubarkan demo yang dilakukan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada Kamis (17/9) siang itu mengakibatkan lima mahasiswa luka-luka.

Ketua HMI MPO Cabang Bogor Wildan Nugraha menyebutkan pihaknya melaporkan tindakan kasar yang disertai tendangan terbang oleh oknum Satpol PP Kabupaten Bogor ke Satreskrim Polres Bogor pada Kamis malam.

“Harusnya dengan cara baik-baik. Toh kami juga di situ tidak menggunakan kekerasan, tetapi mereka malah memukuli kami, dikroyok kami,” kata Wildan.

Baca juga: Satpol PP Jaksel tindak 31.787 pelanggar PSBB

Pihak Satpol PP Kabupaten Bogor telah menyampaikan permohonan maaf atas tindakan anggotanya yang menendang mahasiswa saat demo mengenai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang itu.

"Kami atas nama Satpol PP Kabupaten Bogor memohon maaf atas terjadinya insiden dalam aksi demonstrasi tersebut," kata Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridallah di Cibinong, Bogor.

Menurut dia, Satpol PP melakukan langkah pemeriksaan secara internal, khususnya kepada para anggota yang terlibat dalam pengamanan demonstrasi yang berlangsung pada Kamis (17/9) siang hingga sore hari.

Baca juga: PSBB Jakarta, Satpol PP tutup paksa warung-restoran di Jakarta Timur
 

Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar