Fritz kalahkan Zverev setelah ketinggalan dua set di Wimbledon
Selasa, 9 Juli 2024 8:20 WIB
Petenis Amerika Serikat Taylor Fritz saat menghadapi petenis Argentina Sebastian Baez di turnamen Paris ATP Masters 1000 di Accor Arena, Palais Omnisports de Paris-Bercy, in Paris, pada 30 Oktober 2023. (Photo by Dimitar DILKOFF / AFP) (AFP/DIMITAR DILKOFF)
Jakarta (ANTARA) - Taylor Fritz bangkit dari ketertinggalan dua set untuk memupuskan harapan Alexander Zverev di Wimbledon, sekaligus melaju ke perempat final Grand Slam lapangan rumput tersebut.
Unggulan keempat Zverev awalnya tampil dominan untuk melaju ke perempat final pertamanya di All England Club sebelum Fritz membalikkan keadaan, menang 4-6, 6-7(4/7), 6-4, 7-6(7/3), 6-3.
Break yang dipatahkan petenis unggulan ke-13 asal Amerika itu pada set ketiga menandai pertama kalinya servis Zverev dipatahkan pada ajang tersebut.
Fritz kemudian memenangi tie-break set keempat untuk menyamakan kedudukan sebelum kembali melakukan break pada awal set penentu.
"Sungguh luar biasa bisa melakukan hal itu di Centre Court, dua set di hadapan penonton ini. Itu sebuah mimpi," kata Fritz usai pertandingan, seperti disiarkan AFP, Selasa.
"Masalahnya adalah saya masih merasa bermain sangat baik karena tertinggal dua set. Saya hanya berpikir sangat disayangkan bermain sebaik ini dan kalah straight set."
"Jadi mari kita ambil set yang ketiga, saya mengambilnya satu per satu. Saya memiliki keyakinan itu. Itu hanya beberapa poin di sana-sini," ujar petenis berusia 26 tahun itu.
Fritz, yang mencetak total 69 winner dengan 23 kesalahan sendiri, akan menghadapi unggulan ke-25 dari Italia Lorenzo Musetti di perempat final.
Zverev mengatakan dia mengalami kesulitan fisik akibat cedera lutut yang dia alami saat menang melawan Cameron Norrie.
"Saya menggunakan satu kaki hari ini," kata Zverev yang bermain dengan dukungan pada lutut kirinya.
"Saya tidak memerlukan operasi apa pun. Tidak ada yang tidak sembuh dengan sendirinya. Hanya butuh waktu."
"Saya tahu bahwa saya juga mempunyai peluang besar di sini di Wimbledon. Saya tidak ingin mundur. Kemarin saya tidak bisa berlatih sama sekali. Kemarin saya bahkan tidak bisa berjalan," ujar petenis asal Jerman itu.
"Hari ini saya merasa jauh lebih baik. Itu sebabnya saya mencoba untuk bermain. Saya juga tahu bahwa saya memiliki peluang besar tahun ini di Wimbledon. Ini mungkin yang terbaik yang pernah saya rasakan di lapangan Wimbledon."
Petenis berusia 27 tahun, yang menjadi runner-up French Open bulan lalu, itu tetap optimistis untuk dapat tampil dan mempertahankan gelar di Olimpiade Paris.
"Saya punya waktu tiga minggu," kata Zverev.
"Dari apa yang saya pahami, semuanya akan baik-baik saja dalam waktu yang lebih singkat."
Unggulan keempat Zverev awalnya tampil dominan untuk melaju ke perempat final pertamanya di All England Club sebelum Fritz membalikkan keadaan, menang 4-6, 6-7(4/7), 6-4, 7-6(7/3), 6-3.
Break yang dipatahkan petenis unggulan ke-13 asal Amerika itu pada set ketiga menandai pertama kalinya servis Zverev dipatahkan pada ajang tersebut.
Fritz kemudian memenangi tie-break set keempat untuk menyamakan kedudukan sebelum kembali melakukan break pada awal set penentu.
"Sungguh luar biasa bisa melakukan hal itu di Centre Court, dua set di hadapan penonton ini. Itu sebuah mimpi," kata Fritz usai pertandingan, seperti disiarkan AFP, Selasa.
"Masalahnya adalah saya masih merasa bermain sangat baik karena tertinggal dua set. Saya hanya berpikir sangat disayangkan bermain sebaik ini dan kalah straight set."
"Jadi mari kita ambil set yang ketiga, saya mengambilnya satu per satu. Saya memiliki keyakinan itu. Itu hanya beberapa poin di sana-sini," ujar petenis berusia 26 tahun itu.
Fritz, yang mencetak total 69 winner dengan 23 kesalahan sendiri, akan menghadapi unggulan ke-25 dari Italia Lorenzo Musetti di perempat final.
Zverev mengatakan dia mengalami kesulitan fisik akibat cedera lutut yang dia alami saat menang melawan Cameron Norrie.
"Saya menggunakan satu kaki hari ini," kata Zverev yang bermain dengan dukungan pada lutut kirinya.
"Saya tidak memerlukan operasi apa pun. Tidak ada yang tidak sembuh dengan sendirinya. Hanya butuh waktu."
"Saya tahu bahwa saya juga mempunyai peluang besar di sini di Wimbledon. Saya tidak ingin mundur. Kemarin saya tidak bisa berlatih sama sekali. Kemarin saya bahkan tidak bisa berjalan," ujar petenis asal Jerman itu.
"Hari ini saya merasa jauh lebih baik. Itu sebabnya saya mencoba untuk bermain. Saya juga tahu bahwa saya memiliki peluang besar tahun ini di Wimbledon. Ini mungkin yang terbaik yang pernah saya rasakan di lapangan Wimbledon."
Petenis berusia 27 tahun, yang menjadi runner-up French Open bulan lalu, itu tetap optimistis untuk dapat tampil dan mempertahankan gelar di Olimpiade Paris.
"Saya punya waktu tiga minggu," kata Zverev.
"Dari apa yang saya pahami, semuanya akan baik-baik saja dalam waktu yang lebih singkat."
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Faidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Taylor Swift dan Jennifer Lopez menjadi sorotan di festival film Tribeca
07 June 2022 10:53 WIB, 2022
Aturan baru FIA larang Lewis Hamilton kenakan kaus "Breonna Taylor"
27 September 2020 17:00 WIB, 2020
J-Lo, Taylor Swift, hingga Usher tampil di konser virtual melawan corona
15 April 2020 19:10 WIB, 2020
Rafael Nadal sabet juara ketiga kalinya di Mexico Open setelah atasi Fritz
01 March 2020 13:57 WIB, 2020
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Jadwal Liga Inggris pekan ke-36: Arsenal ditantang West Ham, City jumpa Brentford
08 May 2026 14:10 WIB