Kendari (ANTARA) - Badan Pertahanan Nasional atau BPN Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebutkan program nasional pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) tahun 2023 di Kota Kendari telah mencapai 90 persen atau 4.860 dari target 5.400 bidang tanah.

"Untuk sekarang targetnya sudah mencapai sebanyak 90 persen atau sekitar lima ribuan bidang tanah yang didaftarkan," kata Kepala BPN Kota Kendari Herman Saeri saat ditemui di Kendari, Jumat.

Dia menyebutkan bahwa program PTSL yang diberikan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) kepada Kota Kendari  tersebut rampung  pada akhir November 2023 ini.

"Bulan ini (November 2023) harus selesai semua," ujar Herman.

Pada proses penyelesaian program ini, Herman mengungkapkan bahwa ada beberapa penyesuaian kerja agar target 5.400 bidang tanah ini dapat disertifikatkan melalui program PTSL.

“Sekarang mekanisme beda dengan dulu, kadang administrasi jalan terdata duluan baru fisik menyusul” kata Herman.

Dia menjelaskan bahwa proses pendaftaran itu harus dilakukan secara bersamaan antara administrasi dan fisik sehingga data yang terinput dalam aplikasi sesuai.

“Program PTSL ini tujuan agar semua bidang tanah di Indonesia khususnya di Kota Kendari terdata dan terpetakan, sehingga kami terus melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui program Gerakan  Pemasangan Tanda batas atau Gemapatas,” jelas Herman.

Dia berharap ketika program PTSL yang diberikan kepada BPN Kota Kendari ini rampung  dan tidak ada lagi konflik terkait sengketa lahan di Kota Kendari.

Dia menambahkan bahwa saat ini sekitar 40.000 bidang tanah dari 30 kelurahan di Kota Kendari yang belum memiliki sertifikat.

“Saat ini sekitar 20 persen atau 40.000 bidang tanah di Kota Kendari belum memiliki sertifikat, semoga di tahun berikutnya sisa bidang tanah itu memiliki sertifikat tanah melalui program PTSL,” tambah Herman.


Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor : Zabur Karuru
Copyright © ANTARA 2024