Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Bebas Stunting untuk menurunkan angka stunting di Kota Lulo.

Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu di Kendari Kamis, mengatakan bahwa selain meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Bebas Stunting, pihaknya juga sekaligus menyalurkan bantuan kepada ibu hamil dan balita di Aula Teporombua Gedung Balai Kota Kendari, Sultra.

Ia menyebutkan bahwa bantuan tersebut merupakan kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kendari yang diserahkan kepada 105 balita dan ibu hamil, serta kepada 200 kepala keluarga fakir miskin sebesar Rp60 juta.

“Berdasarkan data SSGI (Survei Status Gisi Indonesia), angka stunting di Kota Kendari berada di angka 19,5 persen,” kata Asmawa Tosepu.

Asmawa Tosepu mengungkapkan bahwa angka tersebut menurun dari tahun 2021 lalu sebesar 24 persen. Berdasarkan data SSGI itu, angka stunting di Kota Kendari terendah dibandingkan dengan angka kabupaten/kota di Sultra.

“Ini adalah salah satu terobosan pemerintah kota dalam rangka menurunkan angka stunting dengan melakukan kerja-kerja bersama, gotong-royong bersama semua pihak tidak hanya unsur OPD (Organisasi Perangkat Daerah), tetapi juga melibatkan elemen lain, misalnya Baznas, Kementerian Agama, pimpinan dan anggota DPRD, dan semua lembaga lainnya termasuk unsur Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah),” ujar Asmawa Tosepu.

Dia juga berharap kepada Gerakan Orang Tua Asuh Bebas Stunting tidak hanya memberikan bantuan, tapi juga memberikan edukasi dan pendampingan mengenai pola hidup sehat kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kendari Jahudding menambahkan bahwa Gerakan Orang Tua Asuh Bebas Stuntin itu tidak hanya melibatkan Pemerintah Kota Kendari, tetapi juga melibatkan komunitas atau organisasi yang ingin terlibat dalam percepatan penurunan angka stunting.

“Kita berharap dengan cara ini, penurunan angka stunting segera menurun,” harap Jahudding.

Dia menuturkan bahwa berdasarkan data elektronik, pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat, angka stunting di Kota Kendari berjumlah 365 orang dan telah diberikan pendampingan oleh Ti, Pendamping Keluarga.

“Setelah dilakukan pendampingan ada penurunan, sekarang yang masuk prioritas pertama ini tinggal 105 orang,” sebut Jahudding.


Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024