Jakarta (ANTARA) -
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa banjir bandang di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada Jumat (29/7) 2022 mencapai ketinggian air 150 cm.

"Ketinggian banjir antara 30 sampai 90 cm berdasarkan laporan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), tetapi kami melihat langsung bersama Kepala BNPB kemarin itu ketinggian air bahkan sampai bahkan 150 cm," kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam Disaster Briefing daring di Jakarta, Senin.

Alhasil, kata dia, banjir bandang di Desa Torue menyebabkan sembilan rumah rusak berat, dan 450 rumah terdampak terendam.

Selain itu banjir bandang memberi dampak pada dua unit fasilitas umum, lima unit fasilitas pendidikan dan beberapa fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya.

Banjir bandang di Desa Torue juga menelan korban jiwa. Terdapat tiga korban jiwa yang sudah ditemukan.

Namun terdapat empat warga lagi yang masih dinyatakan hilang akibat terseret banjir bandang. BN[B mengharapkan mereka dapat ditemukan.

"Tentu saja kita berharap bisa segera diketemukan, harapan kita dalam keadaan hidup. Tetapi kalau pun sebaliknya, yang penting kita tahu statusnya seperti apa," demikian Abdul Muhari.


  Arsip - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (kanan) meninjau lokasi banjir bandang di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (31/7/2022). BNPB menjanjikan untuk membangunkan kembali rumah warga yang rusak akibat terjangan banjir bandang yang terjadi pada Kamis (28/7) malam yang mengakibatkan ratusan rumah rusak berat dan menewaskan tiga orang dan empat orang dinyatakan hilang. ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/bmz/wsj. (ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI)  
Terus dicari
Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Basarnas mengatakan tim SAR belum menemukan dan akan terus mencari empat korban yang hilang terseret banjir bandang di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
 
"Operasi SAR hari ketiga masih nihil. Meski begitu kegiatan pencarian tetap berlanjut," kata Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Palu Andi Sultan di Torue, Parigi Moutong, Sabtu.
 
Ia menjelaskan, operasi pencarian dibantu personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri, dan potensi SAR serta nelayan setempat, yang mana fokus pencarian yakni tumpukan material kayu di laut, karena di sekitar tumpukan tersebut menimbulkan bau`
.
Dari proses pencarian, tim SAR menemukan sesuatu yang mirip dengan bagian tubuh manusia, sehingga benda tersebut dievakuasi ke darat, namun dokter menyebut kecil kemungkinan benda tersebut bagian tubuh manusia.
 
"Meski begitu, benda yang ditemukan tim SAR tetap di bawa ke laboratorium untuk di periksa, dan kami sudah berkoordinasi dengan INAFIS Polres Parigi Moutong," ujar Andi.
 
Ia memaparkan, rencananya operasi hari keempat pada Minggu 1 Agustus 2022 tim SAR akan membentuk empat grup/SRU menyisir sekitar perairan Torue dengan kekuatan armada cukup memadai.
 
"Kekuatan personel memadai, armada pendukung berupa perahu karet siap membantu pencarian sekitar tiga unit milik Basarnas, Polairud dan BPBD Kabupaten Poso, di tambah perahu-perahu nelayan setempat," tutur Andi.
 
Ia mengemukakan, kendala dihadapi tim SAR gabung saat melakukan operasi banyaknya tumpukan kayu dan bongkahan rumah tersapu banjir menyulitkan kegiatan pencarian, serta kondisi air laut yang keruh membatasi jarak pandang penyelaman.
 
"Meski begitu kami tetap berupaya semaksimal mungkin, kami juga akan mencoba teknik lain pada operasi hari berikutnya, kami berharap pada pencarian esok hari ada tanda-tanda yang muncul sebagai petunjuk keberadaan korban," kata Andi.
 
Baca juga: Banjir di Torue Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, tiga tewas dan empat hilang

Baca juga: 1.459 jiwa warga terdampak banjir bandang di Torue Sulawesi Tengah
 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BNPB sebut banjir bandang Parigi Moutong capai ketinggian air 150 cm

Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024