Lviv (ANTARA) - Empat orang tewas dan sembilan lainnya luka-luka ketika rentetan serangan udara dan roket Rusia menghantam kota Kharkiv, Ukraina, pada Rabu pagi, menurut dinas kedaruratan setempat.

"Kharkiv adalah kota dengan penutur bahasa Rusia. Satu dari empat orang di Kharkiv punya kerabat di Federasi Rusia. Namun sikap kota ini terhadap Rusia sekarang benar-benar berbeda daripada sebelumnya," kata Wali Kota Ihor Terekhov.

"Kami tak pernah mengira hal ini bisa terjadi: penghancuran total, pemusnahan, genosida terhadap rakyat Ukraina, ini tak bisa dimaafkan."

Sebelumnya dikabarkan rumah-rumah warga sipil di kota itu terus-menerus dibombardir oleh Rusia.

"Kami terus-menerus dibombardir dengan sedikit jeda. Mereka mengebom rumah-rumah sipil secara acak untuk menimbulkan ketakutan," kata Volodymyr Yuriyovych Yurchenko kepada ANTARA lewat pesan Telegram.

Yurchenko adalah seorang mahasiswa di Institut Politeknik Kharkiv dan tinggal di kota itu, yang pada Selasa (1/3) diserang oleh rudal-rudal Rusia.

Sumber: Reuters

Pewarta : Anton Santoso
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024