Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Joko Widodo mengingatkan pentingnya kemampuan beradaptasi dalam dunia pendidikan karena ilmu pengetahuan saat ini mengalami perubahan sangat cepat.

Hal itu disampaikan Presiden dalam sambutannya pada Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin (13/9), sebagaimana ditayangkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Selasa.

"Sekali lagi karena ilmu sekarang ini cepat berubah. Sekarang mungkin bapak ibu sekalian memberikan kuliah, mata kuliah mengenai A, semester depan mungkin sudah enggak relevan lagi ilmu A ini, apalagi yang diajarkan masih ilmu-ilmu 20 tahun yang lalu," ujar Presiden.

Kepala Negara harus menyampaikan apa adanya bahwa ilmu pengetahuan cepat mengalami perubahan, bahkan dalam hitungan hari.

"Harian saja berubah, kok. Semester ini diajarkan A, nanti semester berikut kita akan ajarkan A, sudah mungkin besok sudah usang. Hati-hati mengenai ini," katanya mengingatkan,

Oleh sebab itu, kata Presiden, kemampuan untuk adaptasi belajar terhadap disrupsi dan ketidakpastian wajib diperhatikan oleh semua pihak, baik para rektor, dosen, maupun mahasiswa.

"Kemampuan untuk adaptasi belajar terhadap disrupsi terhadap ketidakpastian, ini harus, ini wajib, untuk kita semuanya," ucapnya.

Presiden melanjutkan, "Jangan sampai mahasiswa masih kita ajari, dan ini jangan dibiarkan kita untuk belajar hal-hal yang rutinitas. Hati-hati mengenai ini, hal-hal yang monoton, hati-hati mengenai ini dan tidak berani mencoba hal-hal yang baru karena kita bisa belajar sekarang ini di mana saja."

Presiden mengingatkan bahwa tugas universitas adalah mencetak, melahirkan mahasiswa yang unggul dan utuh, termasuk juga sehat jasmani, sehat rohani, berbudi pekerti baik, dan memiliki sisi kebangsaan yang baik.

Presiden juga menekankan tugas rektor dan seluruh jajarannya bukan hanya mendidik mahasiswa di kampus, melainkan juga di luar kampus.
 

Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024