Kendari (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat 459.504 warga sudah menjalani vaksinasi COVID-19 guna memutus mata rantai penyebaran virus corona dan variannya.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Rabu, mengatakan vaksinasi di daerah itu semakin gencar dilakukan yang menyasar tenaga kesehatan, petugas publik, kelompok lanjut usia (lansia), masyarakat rentan dan umum, serta remaja.

"Sampai hari ini vaksinasi di Sulawesi Tenggara sudah diberikan kepada 459.504 orang dari target 2.002.579 sasaran," kata dia.



Vaksinasi COVID-19 dosis pertama bagi nakes sudah dilakukan sebanyak 23.646 atau 115,71 persen dari total 20.436 sasaran.

Sementara dosis kedua sudah diberikan kepada 21.985 orang atau 107,58 persen dari sasaran. Lalu, dosis ketiga sudah diberikan kepada 3.689 orang atau 18,05 persen dari sasaran.

Selanjutnya, petugas publik mencapai 241.583 orang atau 97,80 persen dari total 247.006 orang untuk dosis pertama. Lalu dosis kedua mencapai 137.503 orang atau 55,67 persen dari sasaran.



Sementara bagi kelompok lansia, penyuntikan dosis pertama sudah dilakukan kepada 19.033 orang atau 12,10 persen dari total 157.296 sasaran. Lalu dosis kedua mencapai 10.764 orang atau 6,84 persen dari sasaran.

Berikutnya, masyarakat rentan dan umum sebanyak 136.352 orang atau 10,64 persen dari 1.281.431 sasaran. Lalu dosis kedua mencapai 59.065 atau 4,61 persen dari jumlah sasaran.

Selanjutnya, vaksinasi bagi remaja mencapai 24.047 orang atau 8,11 persen dari 296.410 sasaran. Sementara penyuntikan dosis kedua mencapai 3.224 orang atau 1,09 persen dari target sasaran.



Pria yang akrab disapa dokter Wayonk ini meminta semua pihak terus disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M yakni memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilititas, meski telah menjalani vaksinasi.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat mau mengikuti vaksinasi yang secara ilmiah terbukti aman dan halal sebagai upaya membentuk imunitas tubuh dari COVID-19.

"Protokol kesehatan 5M ini penting guna memutus mata rantai penyebaran dan menekan angka kasus COVID-19, apalagi vaksinasi belum menjangkau seluruh masyarakat di daerah kita," kata Wayonk.
 

Pewarta : Muhammad Harianto
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024