Makassar (ANTARA) - Sejumlah hotel di Kota Makassar, Sulawesi Selatan melakukan pemadaman listrik selama satu jam malam ini (Sabtu malam) dalam rangka memperingati Hari Bumi yang biasanya disebut "Earth Hour" atau satu jam bumi tanpa listrik.

Hotel-hotel itu seperti Max One Hotel and Resort Makassar serta beberapa hotel yang tergabung dalam grup Phinisi Hospitality Indonesia, yakni Hotel Rinra, Claro, Dalton, Claro Kendari hingga Mall Phinisi Point Makassar.



Secara seremonial, pihak hotel mengemas Hari Bumi dengan peniupan lilin berbentuk logo Earth Hour dan bertuliskan 60+ yang berarti 60 menit tanpa listrik. Salah satunya Hotel Maxone, memadamkan listrik sejak pukul 20.00-21.00 WITA.

General Manager MaxOne Hotel & Resort Makassar Yusuf Sandy menyampaikan aksi tersebut sebagai edukasi dan penyampaian kepada seluruh tamu bahwa dengan adanya program Earth Hour pada 27 Maret 2021, maka dilakukan pemadaman lampu selama satu jam di seluruh area hotel.



"Pemadaman lampu yang kami lakukan pada kegiatan ini mencakup keseluruhan area baik itu lobby, restaurant, meeting room, serta ke kamar-kamar tamu, dimana pada saat tamu saat chek in, telah kami beritahukan  terlebih dahulu," ujarnya.

Program ini sangat didukung pihak Maxone Hotel sesuai instruksi wali kota untuk ikut berpartisipasi merayakan Hari Bumi.

"Kami bangga menjadi bagian dalam kegiatan ramah lingkungan. Kami berharap dengan adanya program ini, masyarakat juga sadar akan kelangsungan hidup bumi," ujar dia.



Sementara Public Relation Hotel Rinra Makassar Azis saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya ingin mengambil peran serta dapat memberi kontribusi terhadap penyelamatan bumi dari beban energi yang terlalu tinggi.

"Kita matikan selama satu jam sejak pukul 20.30 - 21.30 WITA, termasuk di area Mall Phipo," ujarnya.

Selain itu, aksi peringatan Hari Bumi itu dinilai sebagai bentuk ajakan sekaligus edukasi kepada seluruh karyawan maupun pengunjung yang datang menginap agar dapat menyadari pentingnya melakukan penghematan energi untuk kehidupan yang lebih komprehensif di muka bumi.

 

Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024