Luwuk, Banggai (ANTARA) -
Satuan Tugas (Satgas) Operasi Pengamanan Perbatasan Laut Republik Indonesia-Malaysia kembali melaksanakan latihan manuver laut. Kali ini latihan dilaksanakan bersama Satlat Kartika Jala Krida 2020 di laut Sulawesi dalam rangka pelepasan Satgas Kartika Jala Krida 2020 (KJK 20), Jumat.

Komandan Guspurla Koarmada II Laksma Rahmat mengatakan latihan manuver laut ini dilaksanakan oleh unsur-unsur Satgas Operasi Perisai Sakti-20 Guspurla Koarmada II, yaitu kapal perang KRI Fatahillah-361, KRI Terapang-648, KRI Singa-651, KRI Sidat-851 dan Pesud P-8201 dengan unsur Satuan Latihan (Satlat) Kartika Jala Krida 2020 yaitu kapal latih KRI Bimasuci-945.
 
“Latihan dilaksanakan setelah KRI BSC tolak dari Dermaga Mamburungan, dimulai dengan Commcheck, Departure, Pilotage, Mine Field Transit, Departure Screen, Air Defense Exercise, Tactical Manouvering, Flaghoist dan ditutup dengan Passing Exercise," ujar Laksma Rahmat.
 
Laksma Rahmat menjelaskan, latihan manuver laut dilaksanakan dengan tujuan untuk memelihara dan meningkatkan profesionalisme prajurit di medan operasi, serta memberikan gambaran manuver laut dan mempraktekkan pelajaran yang diterima taruna AAL tingkat III angkatan ke-67 Satgas KJK-20.
 
“Hal ini merupakan pengaplikasian dari 9 program prioritas Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, yaitu pembangunan sistem pembinaan kekuatan dan kesiapan operasional penyelarasan doktrin, operasi, latihan dan sistem pendidikan," katanya.
 
Ia juga mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan proses peningkatan kemampuan komando, kendali, komunikasi, komputer, intelijen, pengamatan dan pengintaian (K4IPP) serta siber TNI AL, termasuk juga peningkatan program dan anggaran berbasis kinerja dan berorientasi hasil, perbaikan sistem dukungan logistik serta peningkatan kemampuan TNI AL dalam menghadapi ancaman bersifat non-konvensional.
 

Pewarta : Stepensopyan Pontoh
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024