Jakarta (ANTARA) - Waspadalah, nyeri haid sering dialami perempuan usia produkif. Nyeri haid dalam dunia kedokteran disebut juga dysmenorrhea/dismenorea.

Dismenorea berasal dari akar kata Yunani kuno dys (yang bermakna: nyeri, sulit, tidaknormal), meno (yang berarti: bulan), dan rrhea (yang artinya: arus/aliran).

Secara harfiah, berarti aliran haid/menstruasi yang nyeri/sulit. Lengkapnya, nyeri haid adalah rasa/sensasi tidak enak/nyaman yang dirasakan selama haid, terutama di perut bagian bawah, yang begitu hebat, hingga mengganggu aktivitas selama beberapa jam hingga beberapa hari, dan memerlukan penanganan segera oleh dokter.

Sekitar 92 persen remaja dan 50 persen perempuan umumnya merasakan nyeri haid. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh dokter, karena mirip dengan kondisi hamil. Lakukan uji serum hCG (human chorionic gonadotropin). Bila hasilnya positif, maka tidak mungkin mengarah ke diagnosis kehamilan ektopik.



Klasifikasi

Nyeri haid dibagi menjadi dua, yakni primer dan sekunder. Dikatakan primer bila rasa nyerinya cukup berat sehingga membatasi aktivitas normal dan memerlukan obat.

Organ pelvis normal. Nyeri dapat terasa sehari sebelum haid atau saat berlangsung haid dan berlangsung selama 24-72 jam.

Biasa dijumpai pada usia kurang dari 20 tahun, dan dapat berlanjut hingga dekade kelima. Nyeri haid primer dirasakan 30-50 persen wanita.

Dikatakan sekunder bila nyeri haid terasa berat disebabkan oleh penyakit atau gangguan pelvis yang mendasarinya. Nyeri tidak terbatas hanya saat periode haid, dapat berlangsung lebih lama daripada masa haid.

Bahkan, rasa nyeri juga dapat dirasakan sebelum berlangsung haid. Umumnya dijumpai setelah usia 20 tahun. Bila diagnosis nyeri haid primer atau sekunder belum dapat segera ditegakkan, maka dokter akan segera merujuk ke dokter kandungan yang memiliki ultrasonografi (USG) atau laparoskopi untuk memastikan diagnosis.


Penyebab

Nyeri haid primer disebabkan oleh prostaglandin F2-alfa di endometrium yang merangsang kontraksi otot di uterus (rahim), dibebaskan saat haid.

Peningkatan kontraksiuterus yang distimulasi oleh prostaglandin inilah penyebab utamanya. Sejak nitric oxide (NO) dan sitokin memfasilitasi produksi prostaglandin di fase luteal, peningkatan kadar NO dan interleukin 6 dijumpai pada perempuan dengan nyeri haid primer.

Faktor lain, kadar leukotrien urin E4 pada perempuan dengan nyeri haid meningkat di hari ke-1,5,dan10 dari siklus haid.

Haid adalah proses breakdown jaringan yang dikontrol secara ketat oleh jaringan regulator-efektor yang kompleks, termasuk sitokin, kemokin protease, dan pelbagai komponen respon peradangan.

Kerusakan jaringan terkait haid, respons radang, dan angio genesis memicu beberapa kondisi abnormal, seperti gangguan-nyeri haid.

Hipoksia terinduksi vasokonstriksi, hipoksia terkait stres oksidatif ini juga berperan pada mekanisme yang mendasari patogenesis (proses perjalanan) nyeri haid primer.

Nyeri haid sekunder disebabkan oleh pelbagai penyakit atau gangguan. Misalnya, endometriosis, adenomiosis, penggunaan IUD (intrauterine device), kista indung telur, leiomyoma di rahim, penyakit radang pelvis, perlekatan, polip rahim, tumor jinak atau ganas (di sel-sel telur, kandung kemih, usus-saluran pencernaan), gangguan pencernaan laktose, penyakit peradangan usus, sembelit menahun, kehamilan ektopik, infeksi saluran kemih.


Potret Klinis

Penderita nyeri haid akan merasakan kram di perut bawah, dengan nyeri yang menyebar ke punggung dan paha, rasa nyeri terasa menghebat, seperti ditusuk-tusuk, intermiten (hilang-timbul), mual, muntah (jarang), diare atau sembelit, perut terasa penuh, sering berkemih, seolah menggigil, mudah marah/tersinggung, depresi, berkeringat banyak.

Dokter akan mengevaluasi nyeri haid secara teliti, sebab kondisi ini secara klinis menyerupai kolitis ulseratif, penyakit Crohn, sindrom usus rengsa (irritable bowelsyndrome), infeksi saluran kemih.


Solusi

Terapi lini pertama nyeri haid adalah obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID), misalnya, asam mefenamat, ibuprofen, celecoxib, naproxen.

NSAID mendisrupsi konversi asam arakidonat menjadi endoperoksida (COX), sehingga menghambat produksi dan pembebasan prostaglandin.

Untuk kasus sulit dapat diberikan nifedipine. Pilihan lain adalah kontrasepsi oral nitrogliserin transdermal, asam lemak omega-3, vitamin B1 (100 mg), B6 (100-200 mg),E (500 IU), magnesium (250-500 mg), akupunktur, TENS (transcutaneous electricalnerve stimulation).

Suatu antagonis reseptor leukotriene, montelukast, efektif meredakan nyeri haid, aman, tidak memengaruhi kadar hormon.

Pemberian celecoxib 400 mg (diikuti 200 mgq12h) dan naproxen sodium ditoleransi baik, meredakan nyeri haidsetelah satu jampemberian.

Celecoxib memiliki efek analgesik, sedangkan inhibisi siklooksigenase-2 menetralkan nyeri haid. Lornoxicam 8 mg juga efektif meredakan nyeri haid.

Sildenafil sitrat meningkatkan nitrit oksida dan menurunkan kadar fosfodiesterase tipe 5 (PDE5), sehingga menetralkan nyeri haid.

Terapi lain, boron berperan penting untuk regulasi dan smintesis mvitamin D. Suplementasi boron selama dua bulan mengurangi tingkat keparahan dan durasi nyerihaid melalui efek anti-inflamasi.

Terapi pijat dan latihan isometrik efektif mengurangi beberapa gejala nyeri haid. Bila semua terapi belum berhasil, maka dokter merekomendasikan operasi, metode laparoscopic presacral neurectomy.

Teh herbal dan menghangatkan perut bawah (dengan botol berisi air panas) dapat meredakan gejala-gejala nyeri haid. Adapun manipulasi spinal, biofeedback, bujjah adas (ekstrak/minyak), kunyit, herbal (wen-jing tang, toki-shakuyakusan) masih memerlukan riset lanjutan.

Tatalaksana nonfarmakologis dan kedokteran komplementeruntuk terapi nyeri haid berupa akupunktur, akupresur, buah dari tumbuhan fennel, bungachamomile, dan Zataria multiflora.

Akupunktur dapat menstimulasi reseptor dan jalur persarafan yang menghambatimpuls nyeri melalui interaksi dengan pelbagai mediator, seperti: serotonin dan endorfin.

Akupresur menggunakan sentuhan untuk menyeimbangkan dua energi yang mengalir ditubuh manusia, yang dinamakan kai. Kai merupakan energi vital yang bermanifestasi melalui fungsi organik.

Sinjiao (sp6) atau koneksi tiga saluran (antara limpa, hati, ginjal) merupakan satu di antara poin-poin stimulasi terpenting pada akupresur.

Caranya, empat jari diletakkan di atas pergelangan kaki di belakang bagian margin posterior tibia, untuk menstimulasi satu di antara percabangan internal yang melewati rahim.

Bunga chamomile mengandung lebih dari 120 senyawa alami, seperti flavonoid, glikosida 3 persen, azolin, apigenin, dan metoksikoumarin.

Flavonoid merupakan agen utama yang memiliki efek antispasmodik dan antioksidan.

Zataria multiflora mengandung thymol, bekerja dengan menghambat kontraksi yang disebabkan oleh cell scaling dan menghambat saluran kalsium, sehingga secara langsung memengaruhi reseptor-reseptor nyeri dan menghambat pembebasan prostaglandin.

Adapun pangan pereda nyeri haid alias diet nyeri haid ada beberapa. Misalnya:diet tinggi serat dan tinggi karbohidrat. Caranya mudah. Seringlah mengonsumsi nasimerah, kentang, kacang mete, salmon, bubur nasi merah, sup jagung.

Efektivitas diet inimasih empiris, perlu riset lanjutan. Untuk mencegah nyeri haid, caranya mudah.

Berhentilah merokok. Hindarilah menghirup asap (rokok), berhenti konsumsi alkohol, mengurangi konsumsi kafein, mengurangi berat badan, berolahraga secara rutin dan teratur, menghindari perilaku seksual yang tidak sehat, mencegah stres emosional dan cemas, berpola hidup sehat, selaras, serasi, dan seimbang. Yang terpenting, tingkatkan spiritualitas dan intensifkandoa.

*) dr Dito Anurogo MSc adalah dosen tetap di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah (FKIK Unismuh) Makassar Sulawesi Selatan Indonesia, penulis buku “Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid”, pengurus Asosiasi Sel Punca Indonesia/ASPI, instruktur literasi baca-tulis tingkat nasional 2019, dokter literasi digital, penulis produktif berlisensi BNSP, perintis Indonesia Menulis (Writenesia), pengurus Himpunan Dosen Indonesia Jaya, pengurus FLP Makassar Sulawesi Selatan, Director Networking IMA Chapter Makassar, pengurus APKKM dan AWMI, anggota Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4).

Pewarta : ​​​​​​​dr. Dito Anurogo, M.Sc *)
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024