Jakarta (ANTARA) - Petenis nomor satu dunia Ashleigh Barty mengalahkan Dayana Yastremska 6-2, 7-5 untuk menjuarai Adelaide International, Sabtu, yang memperkuat persiapannya menghadapi Australian Open.

Barty, yang menyisihkan Yastremska dalam waktu satu jam dan 25 menit, sedang berusaha mengakhiri penantian panjang Australia untuk menjadi juara di negara sendiri pada Grand Slam pertama tiap tahun itu. Terakhir adalah Chris O’Neil, yang merebut gelar tunggal putri pada turnamen 1978.

Barty mematahkan servis petenis Ukrainia itu dua kali untuk memenangi set pertama, namun Yastremska menerapkan perlawanan yang lebih keras pada set kedua untuk menyamakan kedudukan 4-4. Petenis Asutralia itu kemudian mematahkan servis untuk memimpin 6-5 berkat empat kesalahan beruntun dari petenis Ukraina tersebut dan melakukan servis untuk merebut gelar.



Barty sudah mengalami kekalahan mengejutkan dari petenis kualifikasi asal Amerika Jennifer Brady pada laga pembuka Brisbane International awal bulan ini namun memenangi gelar di Adelaide adalah cara yang sempurna untuk menyelesaikan persiapannya untuk berlaga di Melbourne Park.

Ia melontarkan 15 winner melawan Yastremska, yang melakukan 31 kesalahan sendiri.

"Ini luar biasa," kata Barty, yang mengarahkan tinjunya ke angkasa dan memukul bola ke penonton untuk merayakan gelar pertamanya di kandang sediri.

"Saya merasa itu adalah pergumulan hebat dan saya harus memainkan yang terbaik untuk melewati garis," lanjutnya seperti dikutip Reuters.

"Saya suka bermain di Australia, saya suka bermain di rumah sendiri.

"Saya tidak sabar untuk memulai di Melbourne pada Senin."

Barty memenangi satu-satunya pertemuan sebelumnya dengan Yastremska di Miami tahun lalu.

"Selamat kepada Ashleigh, senang bisa melawan pemain nomor satu dunia dan semoga beruntung di Melbourne," kata Yastremska.

"Saya berharap kita dapat sering berhadapan di masa mendatang."

Unggulan teratas Barty mengawali langkahnya di Australia Open melawan petenis Ukraina Lesia Tsurenko pada Senin.
 

Pewarta : Fitri Supratiwi
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024